Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Surat
Ayat
Tema
Al-Waqiah
27-56
: Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal



a. Asbabun nuzul
Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur di dalam Sunan-nya dan al-Baihaqi di dalam Kitab al-Ba’ts, yang bersumber dari ‘Atha’ dan Mujahid bahwa setelah Rasulullah mengizinkan orang-orang Tha-if menguasai lembah yang indah dan bersarang madu, mereka mendengar bahwa syurga itu serba indah. Mereka pun berangan-angan memiliki lembah di syurga, seperti yang dimilikinya waktu itu. Maka turunlah ayat,, Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu” (al-Waqi’ah: 27) (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Macam-macam kenikmatan untuk ashabul yamin
  1. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri. Secara lahiriah, pohon bidara ini sewaktu  di duninya ia mempunyai banyak duri dan sedikit buahnya. Sebaliknya, di akhirat kelak pohon bidara tersebut mempunyai banyak buah dan tidak berduri. “dan pohon pisang yang tersusun (buahnya)” Ibnu Abbas mengungkapakan bahwa pohon ini menyerupai pohon pisang yang ada di dunia tetapi pohon tersebut mempunyai buah yang lebih manis dari madu.
  2. Mereka berada dalam naungan yang terbentang luas seperti dalam firman-Nya “dan naungan yang terbentang luas”(QS.56:30) Imam adh-Dahak, As-Saddi dan Abu Harzah mengatakan: “Naungan itu tidak terputus, didalamnya tidak terdapat matahri, tidak panas sepeti sebelum terbitnya fajar.
  3. “Dan air yang tercurah” yakni, di surga nanti mereka akan mendapatkan  air yang mengalir tidak pada salurannya. Seperti pada firman yang lainnya “didalamnya ada sungai-sungai dai air yang tidak berubah rasa dan aromanya” (QS.Muhammad:15)
  4. “Dan buah-buahan yang banyak” maksudnya, disisi mereka terdapat banyak buah-buahan yang beraneka ragam warnanya, yang tidak pernah dilihat mata, di dengar telinga, dan terbesit dalam hati manusia. Mereka dapat mengambil sesuka hatinya tanpa ada yang melarangnya.
  5. Allah sw. menyiapakan bidadari untuknya yang masih perawan dan belum tersentuh oleh siapa pun baik dari kalangan manusia ataupun dari kalangan jin.
Azab untuk ashabus syimal
  1. Mereka berada dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air panas yang mendidih
  2. Berada dalam  naungan asap yang hitam. 
  3. Mereka diberi makanan dari pohon zaqqum
  4. Diberi minuman yang sangat panas, mereka tidak akan pernah merasa kenyang meminum air panas tersebut untuk selama-lamanya.
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Tafsir Ibnu Katsir)

c. Kisi-kisi Materi
Sifat surga dan kenikmatannya: 2:25; 3:15; 3:133; 3:136; 3:195; 3:198; 4:13; 4:57; 4:122; 5:12; 5:85; 5:119; 7:43; 9:21; 9:22; 9:72; 9:89; 9:100; 10:9; 11:108; 13:23; 13:29; 13:35; 14:23; 15:45; 15:47; 15:48; 16:30; 16:31; 18:31; 19:62; 20:76; 20:118; 20:119; 21:102; 22:14; 22:23; 25:10; 25:16; 25:24

d. Hadits

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الْجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لَا يَبْصُقُونَ فِيهَا وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ آنِيَتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ أَمْشَاطُهُمْ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَمَجَامِرُهُمْ الْأَلُوَّةُ وَرَشْحُهُمْ الْمِسْكُ وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنْ الْحُسْنِ لَا اخْتِلَافَ بَيْنَهُمْ وَلَا تَبَاغُضَ قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rombongan pertama yang masuk surga rupa mereka seperti bentuk bulan saat purnama, mereka tidak akan pernah beringus, tidak meludah dan tidak pula membuang air besar (tinja). Alat perabot mereka di dalam surga terbuat dari emas, sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan perak, lat penghnagtan mereka terbuat dari kayu cendana, keringat mereka seharum minyak misik. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri (bidadari) yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang. (HR.Bukhari: 3006) [Hadits terlalu panjang].

Comments

Popular posts from this blog

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120