Tafsir tematik Al Al An’am Ayat 33-35
Surat :
Al Al An’am
Ayat :
33-35
Tema :
Kesedihan
Rasulullah akan penolakan kaumnya
a. Asbabun nuzul
Imam At Tirmidzi dan Al Hakim telah meriwayatkan sebuah hadits dari
Ali bahwasanya Aba jahal telah berkata kepada Nabi Muhammad saw.“ Sesungguhnya
kami tidak mendustakanmu, tetapi kami mendustakan terhadap apa yang telah kamu
bawa”. Maka Allah swt. Menurunkan ayat ini : “ mereka sebenarnya bukan
mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat
Allah” (QS.Al An’am:33) (Tafsir Al-Munir-DR.Wahbah Az-Zuhaili)
b. Materi Dakwah
Sejatinya mereka (kafir kurasi) tidak mendustakan Rasul Muhammad
saw. tetapi mereka ingkar akan ayat-ayat Allah yang telah di sampaikan kepada
umatnya, mereka mengingkari perkara yang hak dan menolaknya dengan dada mereka,
seperti yang di riwayat kan oleh Sufyan As Sauri , dari Ali yang menceritakan bahwa
Abu Jahal pernah berkata kepada Nabi Saw. , " Sesungguhnya kami tidak
menuduh dirimu pendusta, tetapi kamu hanya mendustakan apa yang kamu sampaikan
itu
Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Abu Yazid Al Madani, bahwa Nabi
saw. bersua dengan Abu Jahal, lalu berjabat tangan dengannya, kemudian ada
seorang lelaki berkata kepada Abu Jahal, “kalau tidak salah aku pernah melihat
mu berjabat tangan dengan orang yang sabi' ini ( maksudnya Nabi Muhamma
d Saw.)." Abu Jahal menjawab, " Demi Allah, sesungguhnya aku benarbenar
mengetahui bahwa dia adalah seorang nabi, tetapi bilakah bagi kami kalangan
Bani ' Abdu Mana f mau mengi kutinya ?..
Menurut ahmad Salaby, ada jima factor yang mendorong oran kuraisy
menentang seruan Islam ( Ahmad Salaby,
1983 : h. 90 ) yaitu:
- Rivalitas tradisional ala Arab. Mekkah dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan
- Persamaan hak Nabi Muhammad saw. menyeruhkan persamaan hak antara bangsawan, hamba sahaya. Hal ini tidak disetujui oleh kelas bangsawan, Quraisy
- kekhawatiran-kekhawatiran untuk dibangkitkan. Para pemimpin quraisy tidak dapat menerima ajakan tentang kebangkitan. Adanya pembalasan di akhit mereka beranggapan bahwa ajaran ini sangat kejam
- Tradisi nenek moyang. Tradisi yang dipegang teguh dianggap sesuatu yang mutlak dan membawa keuntungan sehingga mereka sulit meninggalkannya. Oleh sebab itu, Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. dianggap sebagai sesuatu yang baru dan tidak dapat menggantikan yang sudah lama
- Masalah ekonomi. Kedatangan Islam yang melarang pemujaan kepada patung dan semacamnya oleh orang-orang arab Quraisy sebagai suatu tindakan politik ekonomi yang akan menghancurkan usaha mereka
(Syirah
Ibnu Hisyam-Ibnu Hisyam dan Tafsir Al Munir-DR.Wahbah Az Zuhaili dan Tafsir
Ibnu Katsir dan Ahmad Salaby- Sejarah
dan Kebudayaan Islam)
c. Kisi-kisi Materi
Ayat yang berhubungan dengan Abu Jahal: 17:90; 17:91; 17:92; 17:93;
25:31; 25:41; 25:55; 44:49; 96:6; 96:7; 96:9; 96:10; 96:11; 96:12; 96:13; 96:14;
96:15; 96:16; 96:17; 96:18; 96:19
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ عَلِيٍّأَنَّ أَبَا جَهْلٍ قَالَ
لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا لَا نُكَذِّبُكَ وَلَكِنْ
نُكَذِّبُ بِمَا جِئْتَ بِهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى{ فَإِنَّهُمْ لَا
يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ } حَدَّثَنَا
إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ
عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ نَاجِيَةَ أَنَّ أَبَا جَهْلٍ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَلِيٍّ
وَهَذَا أَصَحُّ
Diriwayatkan dari Ali bahwa
Abu Jahal pernah berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam;
"Sesungguhnya kami tidak mendustakanmu, tapi kami mendustakan (agama) yang
kamu bawa." Lalu Allah Ta'ala menurunkan Karena mereka sebenarnya bukan
mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zhalim itu mengingkari ayat-ayat
Allah QS Al An'am: 33. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah
mengabarkan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Sufyan dari Abu Ishaq dari
Najiyah bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, lalu ia menyebut seperti hadits di atas, tapi tidak menyebutkan;
"Dari Ali." Dan ini lebih shahih (HR.Tirmidzi: 2990).

Comments
Post a Comment