Tafsir Tematik Surat Al An’am Ayat 125-128
Surat : Al An’am
Ayat : 125-128
Tema : Hamba Allah yang siap dan tidak siap menerima keimanan
a. Asbabun nuzul
Kalimat “Qad istaktsartum minal insi” Dalam ilmu ma’ani di sebut denga Ijaz bil hadpi yakni, membuang sebagian lapad pada syiakul kalimat (susunan kalimat) yang terkandung pada ayat tersebut tanpa mengurangi makna yang dimaksud. Pada contoh ayat di atas ulama mefsirkan dengan lapad idlal dan igwa’a adapun makna secara luasnya yaitu, sesungguhnya jin (setan) telah banyak menyesatkan dan menggoda manusia,,, contoh lain “sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain)” yakni, sebagian dari manusia kepada sebagian dari jin atau sebaliknya. (Tasir Al Munir-Dr.Wahbah Az Zuhaili)
b. Materi Dakwah
Hidayah Allah atas hamba-hambanya
secara mumu, hidayah terbagi benjadi empat bagian uatama :
- Hidayah I’tiqodiyah (Petunjuk Terkait Keyakinan Hidup) (Q.S. An-Nahl : 37)
- Hidayah Thoriqiyah (Petunjuk Terkait Jalan Hidup (Q.S. Al-Hajj : 67)
- Hidayah ‘Amaliyah (Petunjuk Terkait Aktivitas Hidup) (Q.S. Al-Ankabut : 69)
- Hidayah Fithriyah (Fitrah). Hidayah Fithriyah ini terkait dengan kecenderungan alami yang Allah tanamkan dalam diri manusia untuk meyakini Tuhan Pencipta dan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri mereka. Realisasinya tergantung atas pilihan dan keinginan mereka sendiri. Sumbernya adalah Qalb (hati nurani) dan akal fikiran yang masih bersih (fithriyah) sebagimana yang dialami oleh Nabi Ibrahim (Q.S. Al-An’am : 77)
Petunjuk untuk mendapatkan Hidayah
- Keinginan untuk mendapat hidayah disertai usaha untuk meraihnya
- Cinta kepada hidayah dan mendahulukannya
Penghalang untuk mendapatkan Hidayah
- Sombong. Sebagaimana iblis enggan untuk sujud kepada Adam karena kesombongannya
- Hasad alias dengki. Seperti Yahudi yang hasad karena ternyata Nabi Terakhir itu muncul bukan dari banu israil tapi dari banu ismail.
- Lebih mendewakan akal di atas dalil
- Berbaik sangka kepada nenek moyang dan fanatik kepadanya.
- Lebih mendahulukan teman-teman yang buruk yang menyeretnya kepada kebinasaan.
Kesimpulan dari ayat di atas (QS.Al An’am:125)
- Segala urusan semuanya milik Allah, tidak ada yang mampu menandinginya seorangpun jua
- Barang siapa yang Allah bukakan hatinya untuk menerima islam Maka Allah lapangkan dadanya untuk menerima islam (QS.39:22; 49:7)
- Barang siapa yang Allah khendaki baginya kesesatan maka Allah tutup hatinya
- Golongan ahlu sunah wal jamaah berkesimpulan bahwa dhalal (keseatan) dan hidayah(petunjuk) hanya milik Allah swt
- Perumpamaan orang yang disempitkan dadanya sama dengan orang yang tidak mampu naik ke langit yakni, tauhid dan iman tidak mampu masuk ke dalam qalbunya. Kecuali jika Alah swt. Sendiri yang memasuknnya (Riwayat Ibnu Abbas)
(Tafsir Al Munir-Dr.Wahbah Az Zuhaili dan Ibnul Qoyyim Al-Jawzi dalam bukunya “Nuzhatu Al-A’yun An-Nawazhir)
c. Kisi-kisi Materi
Doa mohon petunjuk (hidayah): 1:6; 2:70; 7:89; 18:24; 28:22
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ هُرْمُزَ الْأَعْرَجَ مَوْلَى رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَحْنُ الْآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا ثُمَّ هَذَا يَوْمُهُمْ الَّذِي فُرِضَ عَلَيْهِمْ فَاخْتَلَفُوا فِيهِ فَهَدَانَا اللَّهُ فَالنَّاسُ لَنَا فِيهِ تَبَعٌ الْيَهُودُ غَدًا وَالنَّصَارَى بَعْدَ غَدٍ
Telah menceritakan kepada kami Abu Az Zinad banwa 'Abdurrahman bin Hurmuz Al A'raj mantan budak Rabi'ah bin Al Harits, menceritakan kepadanya bahwasanya dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kita datang terakhir dan pertama pada hari kiamat, meskipun mereka diberi Kitab sebelum kita. Dan ini adalah hari dimana mereka mendapat kewajiban, namun kemudian mereka berselisih di dalamnya. Allah lalu memberi hidayah kepada kita, maka semua manusia akan mengikuti kita (hari ini), besok hari untuk Yahudi dan Nashrani hari setelahnya lagi (HR.Bukhari: 827).
Comments
Post a Comment