Tafsir Tematik Surat Al An’am Ayat 133-135

Surat    : Al An’am
Ayat     : 133-135
Tema    : Ancaman azab yang memusnakan di dunia dan azab akhirat

a. Asbabun nuzul
Firman-Nya “Inna maa tuu aduuna” dalam kajian ilmu balaghah disebut dengan jumlah muakadah (kalimat asertif) yakni kalimat yang diwarnai dengan alat-alat penguat pernyataan seperti haraf inna dan lam qasam adapun nuktah (rahasiah) di berlakukannya haraf inna dan lam pada ayat tersebut ialah sebagai penguat pernyataan akan penolakan orang-orang yang mengingkari adanya bi’tsah 
(Tafsir Al Munir-Dr.Wahbah Az Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Faktor turunnya azab
Sebab turunnya azab
  1. Penyebab terjadi azab atau musibah adalah lantaran mendustakan ayat-ayat Allah. Jikalau seandainya manusia beriman, Allah akan membukakan pintu-pintu keberkahan baik dari langit maupun dari bumi. (Al-A’raf: 96)
  2. Penyebab terjadinya bencana atau musibah adalah lantaran manusia menyekutukan Allah dengan sesuatu seperti mengatakan bahwa Allah memiliki anak. dengan berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” (QS. Maryam: 91)
  3. Allah timpakan bencana kepada kaum yang tidak mau memberikan peringatan kepada orang-orang dzalim di antara mereka (QS. Al-Anfal: 25)
  4. Dalam hadits juga digambarkan bahwa azab dan bencana itu bisa bersumber dari kemaksiatan yang akibatnya dirasakan secara sosial. Di antaranya adalah perbuatan zina dan riba. Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum mereka melakukan dengan terang-terangan berupa riba dan zina, melainkan halal bagi Allah untuk menimpakan azabnya kepada mereka.” (HR. Ahmad)

Sikap seorang mukmin tehadap azab
  • Cobaan dan ujian adalah sarana untuk mengungkap keimanan seseorang; apakah ia benar-benar beriman atau tidak. (QS. Al-Ankabut: 1-3)
  • Cobaan dan ujian merupakan hakikat dari kehidupan manusia di dunia. (QS. Al-Mulk: 1-2)
  • Cobaan dan ujian alat introspeksi diri dan pelajaran agar manusia dapat lebih baik dalam beribadah kepada Allah swt. (QS. Al-Qashas: 40)
  • Cobaan dan ujian sebagai sarana peningkatan ketakwaan seseorang kepada Allah swt
  • Cobaan dan ujian merupakan salah satu bentuk cinta Allah terhadap hamba-hamba-Nya

Kesimpulan ayat di atas (Qs.Al An’m:133-135) 
  1. Allah swt. Maha kaya, Allah tidak membutuhkan simpati dari Makhluk-Nya akan tetapi semua makhluk membutuhkan-Nya (QS.35:15)
  2. Allah swt. Sangat sayang kepada hamba-hambanya (QS.22:65)  
  3. Allah swt. Berkuasa untuk menimpakan azab kepada hamba-hamba-Nya yang kafir seperti yang menimpa terhadap kafir makah, kaum Ad, Tsamud dll
  4. Azab Allah dapat di buktikan di dunia dan di akhirat
  5. Golongna M’tajilah berargumentasi bahwasanya Allah swt. Dibersihkan dari sifat yang tercela dan tidak layak bagi-Nya dan Dia sangat sayang kepada hamba-Nya yang beriman
  6. Allah swt. Tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Termasuk balasan yang akan di timpakan kepada hamba-hamba-Nya yang kafir. Dan balasan bagi orna-orang yang beriman.
(Tafsir Al Munir-Dr. Wahbah Az-Zuhaili dan Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA. Wawasan Al-Quran “Tafsir Maudhu’i atas Berbagai Persoalan Umat)

c. Kisi-kisi Materi
Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat: 2:7; 2:15; 2:16; 2:27; 2:66; 2:79; 2:81; 2:85; 2:90; 2:98; 2:104; 2:126; 2:140; 2:144; 2:149; 2:165; 2:174; 2:175; 2:176; 2:178; 2:206; 2:210; 2:211; 2:212; 2:223; 2:229; 2:231; 2:235; 2:270; 2:279; 3:4; 3:10; 3:11; 3:12; 3:19; 3:20; 3:21; 3:22;
Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya: 17:75; 33:30
Ampunan Allah dan rahmatNya: 3:89; 3:129; 3:135; 3:136; 3:195; 4:106; 4:110; 4:129; 4:152; 5:9; 5:34; 5:39; 5:65; 5:74; 5:98; 6:54; 7:151; 7:155; 7:156; 7:161; 8:4; 8:29; 8:69; 8:70; 9:27; 9:71; 12:92; 13:6; 17:8; 17:25; 20:82; 23:75; 23:109; 23:118; 27:46; 29:7; 29:21; 33:24; 33:71; 36:27; 38:25; 39:35; 39:53; 40:3; 40:7; 42:25; 44:42; 46:31; 48:14; 49:3; 53:32; 57:20; 57:28; 61:12; 64:9; 64:17; 65:5; 66:8; 71:4; 73:20; 74:56 
(Indeks Al Qur’an)

d. Hadits
حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ لَا تَسْمَعُ شَيْئًا لَا تَعْرِفُهُ إِلَّا رَاجَعَتْ فِيهِ حَتَّى تَعْرِفَهُ وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حُوسِبَ عُذِّبَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ أَوَلَيْسَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى { فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا } قَالَتْ فَقَالَ إِنَّمَا ذَلِكِ الْعَرْضُ وَلَكِنْ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَهْلِكْ
Telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah bahwa Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah mendengar sesuatu yang tidak dia mengerti kecuali menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sampai dia mengerti, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Siapa yang dihisab berarti dia disiksa" Aisyah berkata: maka aku bertanya kepada Nabi: "Bukankah Allah Ta'ala berfirman: "Kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan" Aisyah berkata: Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya yang dimaksud itu adalah pemaparan (amalan). Akan tetapi barangsiapa yang didebat hisabnya pasti celaka (HR.Bukhari: 100).

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120