Tafsir Tematik Surat Al An’am Ayat 160

Surat      : Al An’am
Ayat       : 160
Tema      : Ganjaran amal baik dan amal buruk

a. Asbabun nuzul
Almufradat al lughawiyah
Firman Allah “palahu asyru amsaliha” yakni, baginya balasan sepuluh kebaikan. “illa mislaha” yakni, baginya balasan yang seimbang dengan  kejahatannya. “wahum laa yudzlamun” yakni, balasan mereka tidak akan dikurangi sedikit pun. Sebagian ulama mengatakan bahwa makna alhasanah (kebaikan) ialah kalimat laa ilaha illallah (tiada tuhan selain Allah)  dan makna dari “assayyiah”(keburukan) ialah asyirk (kemusrikan) (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Balasan dan Janji Allah Kepada Orang Yang Beriman Dan Beramal
  1. Mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (QS. Al Baqarah 62)
  2. Mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah 82)
  3. Bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya. (QS. Al Insyiqaaq 25) 
  4. Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. (QS. Muhammad 2)
  5. Mereka di tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya (QS. Al ‘Ankabuut 58)
  6. Allah beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al ‘Ankabuut 7)
  7. Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (QS. Maryam 96
  8. Mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun, (QS. Maryam 60)

Para Ulama memperinci bahwa orang yang meninggalkan kejahatan, yakni yang tidak mengerjakannya (padahal ia sudah berniat) ada tiga macam, yaitu:
  1. Seseorang yang meninggalkannya karena Allah, maka baginya dicatatkan pahala satu kebaikan karena berkat upayanya dalam menahan diri untuk tidak mengerjakan kejahatan demi karena Allah. Hal ini terdiri dari amal dan niat. Karena itu, disebutkan di dalam hadis bahwa dicatatkan baginya satu pahala kebaikan. Seperti yang disebutkan di dalam salah satu lafaz hadis sahih. Yaitu: “Sesungguhnya dia meninggalkannya demi Aku”
  2. Seseorang meninggalkannya karena lupa dan tidak ingat lagi kepadanya. Maka orang yang demikian tidak memperoleh pahala, tidak pula dosa, karena dia tidak berniat suatu kebaikan pun dan tidak pula mengerjakan suatu kejahatan pun.
  3. Sesorang meninggalkannya karena tidak mampu dan malas sesudah berupaya menelusuri penyebab­penyebabnya dan mengerjakan hal­hal yang mendekatkan dirinya kepada perbuatan jahat maka orang seperti ini sama kedudukannya dengan orang yang mengerjakannya (HR.Bukhari: 30) (Jadul Musayar-Ibnu Al-Jauziyah dan Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

c. Kisi-kisi Materi
Balasan dari perbuatannya: 2:7; 2:10; 2:15; 2:18; 2:152; 2:194; 3:180; 4:10; 4:30; 4:57; 4:85; 4:111; 4:112; 4:113; 4:115; 4:123; 4:155; 4:160; 5:13; 5:38; 5:95; 6:30; 6:120; 6:124; 6:125; 6:127; 6:129; 6:146; 6:160; 7:39; 7:51; 7:146; 8:30; 8:53; 9:35; 9:67; 9:79; 9:82; 9:95; 9:127; 10:8; 10:26; 10:27; 13:11; 16:104; 16:112; 17:7; 17:8; 17:72; 18:87; 20:124; 20:125; 20:126; 23:102; 23:103; 23:111; 24:38; 25:19; 27:50; 27:51; 27:52; 27:89; 27:90; 28:54; 28:67; 28:84; 29:7; 29:55; 29:58; 30:44; 32:14; 37:39; 40:34; 40:40; 40:75; 42:40; 43:36; 43:79; 45:15; 45:34;
(Indeks Al Qur’an) 

d. Hadits
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ فَلَا تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا سَيِّئَةً وَإِذَا هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوهَا حَسَنَةً فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا عَشْرًا
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman: 'Apabila hamba-Ku berkeinginan untuk kejelekan maka janganlah kamu mencatatnya, namun jika dia mengamalkannya maka tulislah sebagai satu kejelekan. Dan apabila dia berkeinginan untuk kebaikan namun belum melakukannya maka tulislah ia sebagai satu kebaikan, maka jika dia melakukannya maka tulislah ia sebagai sepuluh kebaikan (HR.Muslim: 183)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120