Tafsir Tematik Surat Al An’am Ayat 65-67
Surat :
Al An’am
Ayat :
65-67
Tema :
Allah mampu untuk mengazab para pelaku maksiat
a. Asbabun nuzul
Ibnu Abu Hatim
mengetengahkan melalui Zaid bin Aslam yang telah mengatakan, bahwa tatkala ayat
ini turun, yaitu firman-Nya, "Katakanlah! 'Dialah yang berkuasa untuk
mengirimkan azab kepadamu dari atas kamu...'" (Q.S. Al-An'am 65)
Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah kamu kembali menjadi kufur sesudahku
di mana sebagian kamu memukul leher sebagian lainnya dengan pedang."
Kemudian para sahabat berkata, "Bukankah kami telah bersaksi, bahwa tidak
ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya engkau adalah sebagai utusan-Nya?"
Sedangkan sebagian orang-orang mengatakan, "Tidak akan terjadi selamanya
sebagian di antara kami memukul sebagian lainnya sedangkan kami sama-sama
sebagai kaum muslimin." Kemudian turunlah ayat di atas (Q.S. Al-An`am
65-67) (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az- Zuhaili).
b. Materi Dakwah
Azab dan Efek negative bagi pelaku maksiat
Dua macam azab yang di
timpakan kepada pelaku maksiat bagi umat nabi Muhammad saw.
- Mencampurkan mereka ke dalam umat-umat yang saling bertentangan
- Merasakan kepada mereka penindas sebagian mereka terhadap sebahagian yang lain
Efek
negative perbuatan maksiat:
- kehidupan sulit di dunia, kubur dan siksa pedih di akhirat (Thoha: 124)
- Maksiat bisa menjadikan lupa pelakunya terhadap dirinya sendiri. (Al-Hasyr: 19)
- Kemaksiatan memutus tali hubungan seseorang dengan Rabbnya. Jika hal itu terputus, maka terputuslah aliran kebaikan dan hanya menemui semua faktor keburukan
- Kemaksiatan merampas nama terpuji dan kemuliaan. Maka ia kehilangan predikat mukmin, pelaku kebaikan dan orang yang bertaqwa. Tapi mendapatkan predikat pendurhaka, fasik, penzina, pemabok dll
- Kemaksiatan mengkerdilakan jiwa dan menjadikannya hina dina. Sebaliknya amal taat mengembangkan jiwa, membersihkan dan membesarkannya (QS. As-Syams: 9-10
- Kemaksiatan itu mematikan mata hati, meredupkan cahayanya, menutup jalan ilmu dan menghalangi pintu hidayah
- Kemaksiatan itu membelokkan hati seseorang dari komitmen dan konsisten kepada inhiraf (melenceng) dan sakit. Sungguh, pengaruh hati itu amat besar seperti sakit atas badan seseorang. Bahkan dosa-dosa itu pada hakikatnya adalah penyakit hati yang hanya bisa sembuh dengan meninggalkannya
- Kemaksiatan merusak otak. Karena pikiran itu memiliki nur sedangkan maksiat fungsinya adalah memadamkan nur tersebut. Jika nur pikiran padam maka berkuranglah kebriliannya
- Kemaksiatan mewariskan kehinaan. Karena kehormatan dan kemuliaan itu berada pada naungan taat kepada Allah. (QS. Fathir: 10)
(Aqidah
thahawiyah-Syeikh Abu Ja’far Atthahawi dan Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-
Zuhaili dan Ad-Da`u wad Dawa`, karya Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu )
c. Kisi-kisi
Materi
Azab
orang kafir: 2:7; 2:24; 2:27; 2:39; 2:61; 2:81; 2:86; 2:90; 2:96; 2:104; 2:108;
2:114; 2:119; 2:121; 2:123; 2:126; 2:161; 2:162; 2:165; 2:167; 2:191; 2:211;
2:217; 2:254; 2:257; 2:264; 2:276; 3:4; 3:10; 3:12; 3:19; 3:21; 3:22; 3:25;
3:32; 3:56; 3:82; 3:85; 3:86; 3:87; 3:88; 3:90; 3:91;
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ { قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ
يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ } قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعُوذُ بِوَجْهِكَ قَالَ{ أَوْ مِنْ تَحْتِ
أَرْجُلِكُمْ} قَالَ أَعُوذُ بِوَجْهِكَ { أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ
بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ } قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ هَذَا أَهْوَنُ أَوْ هَذَا أَيْسَرُ
Diriwayatkan dari Jabir ra
dia berkata; tatkala turun ayat: "Katakanlah: "Dialah yang berkuasa
untuk mengirimkan azab kepadamu dari atas kamu." Rasulullah saw bersabda:
"Saya berlindung dengan Wajah-Mu." tatkala turun ayat, "atau
dari bawah kakimu." Rasulullah saw bersabda: "Saya berlindung dengan
Wajah-Mu." Tatkala turun ayat: 'Atau dia mencampurkan kamu dalam
golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian
kamu keganasan sebahagian yang lain.' Beliau bersabda: "Ini adalah lebih
ringan dan lebih mudah (HR.Bukhari: 4262)


Comments
Post a Comment