Tafsir Tematik Surat Al An’am Ayat 93-94
Surat : Al An’am
Ayat : 93-94
Tema : membuat kedustaan terhadap Allah dan balasannya
a. Asbabun nuzul
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ikrimah mengenai firman-Nya, “Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah,,,” ia berkata, “Ayat itu turun tentang Musailamah, sedangkan ayat, “… dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah,,," turun tentang Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarh. Dia dahulu menulis surat kepada Nabi saw. berisi ungkapan aziizun hakiim, lalu Nabi saw. membalas suratnya dan berisi ungkapan ghafuurun rahiim. Ketika surat balasan itu dibacakan kepadanya, dia berkata, ‘ya, sama saja’ maka dia pun keluar dari islam dan bergabung dengan orang-orang kafir Quraisy.” (Tafsir Al Munir-Dr.Wahbah Az Zuhaili)
b.Materi Dakwah
Membuat kedustaan terhadap Allah dan balasannya
Bentuk pendustaan kaum nasrani-yahudi terhadap Allah dan bantahannya
- Mereka mengatakan bahwa tuhan ada tiga, tuhan bapak, anak dan roh kudus padahal sejatinya tuhan hanyalah satu yaitu Allah swt. (QS.Annisa :171)
- Mereka mengatakan bahwa Allah adalah salah seorang dari tiga tuhan padahal Allah bukan salah satu dari mereka (QS.Almaidah :73)
- Mereka menganggap bahwa Allah adalah Al masih putra maryam padahal sejatinya Al masih adalah seorang Nabi dan Rasul-Nya saja (QS. al-Ma’ida :17-72)
- Mereka mengatakan bahwa dirinya adalah anak-anak Allah. Padahal sebenarnya mereka hanyalah manusia bisas seperti yang lainnya (QS. al-Ma'ida :18)
Akibat dan balasan orang yang mendustakan ayat-Ayat Allah
- Orang-orang yang mendustakan dan menyombongkan dirinya di hadapan ayat-ayat Allah tidak mungkin bisa masuk ke surganya Allah SWT. (Qs. al-A’raaf :40)
- Orang-orang yang mendustakan dan menyombongkan diri di hadapan ayat-ayat Allah SWT, akan menjadi penghuni neraka dan kekal di dalamnya (Qs. al-A’raaf : 36)
Bentuk pendustaan terhadap Allah
- mendustakan Ayat-ayat Allah baik yang bersifat tekstual (Al Qur’an) ataupun yang bersifat konseptual (kauniyyah)
- Merubah sebagian atau keseluruhan isi Al Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya
- Berpaling dari syariat dan ajaran yang telah di bawakan oleh para utusan-Nya
- Merubah hukum normative Allah dan di sesuaikan dengan kepentingan dirinya sendiri atau kelompoknya
Berdasarkan tinjauan ayat di atas (QS.Al An’am:93) ada tiga golongan yang akan mendapatkan azzab Allah swt. Yaitu:
- Golongan yang yang membuat kedustaan terhadap Allah
- Golongan yang mengaku telah menerima wahyu Allah padahal Allah tidak memberikannya wahyu
- Golongan yang menghinakan Al Qur’an seperti ucapan Nadir bin Harits (QS.Al Anfal:31)
Sebagai balasan atas perbuatannya itu Allah swt. Menimpakan azzab kepad mereka yaitu apabila mereka mengalami sakararul maut, para malaikat datang kepadanya membawa azab, pembalasan, rantai, belenggu, api, dan air mendidih serta murka Allah swt. Akan tetapi rohnya itu berserai-berai ke dalam seluruh tubuhnya dan membangkang tidak mau keluar. Maka para malaikat memukulinya hingga rohnya keluar dari jasadnya. (Zadul Musayar-Ibnu Al Jauziyyah dan Tafsir Al Munir-Dr. Wahbah Az Zuhaili dan Tarfsir Ibnu Katsir)
c. Kisi-kisi Materi
Keluarnya ruh orang kafir: 6:93; 8:50; 16:28; 47:27; 56:87; 79:1
Saat kematian orang kafir: 23:99; 23:100; 25:22; 75:26; 75:27; 75:28; 75:29
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ قَدِمْتُ الطَّائِفَ فَدَخَلْتُ عَلَى عَنْبَسَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ وَهُوَ بِالْمَوْتِ فَرَأَيْتُ مِنْهُ جَزَعًا فَقُلْتُ إِنَّكَ عَلَى خَيْرٍ فَقَالَ أَخْبَرَتْنِي أُخْتِي أُمُّ حَبِيبَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بِالنَّهَارِ أَوْ بِاللَّيْلِ بَنَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ خَالَفَهُمْ أَبُو يُونُسَ الْقُشَيْرِيُّ
Diriwayatkan dari Ya'la bin Umayyah dia berkata; "Aku memasuki Thaif, maka aku menemui 'Ansabah bin Abu Sufyan yang waktu itu dia sedang menghadapi kematian (sakaratul maut). Aku melihatnya lagi kesakitan, Aku berkata kepadanya; 'Engkau berada dalam kebaikan', lalu dia berkata; 'Saudara perempuanku, Ummu Habibah, memberitahukanku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat pada siang dan malamnya, Allah Azza wa Jalla akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga." Abu Yunus Al Qusyairi menyelisihinya (HR.Nasai: 1776).
Comments
Post a Comment