Tafsir Tematik Surat Al Anfal Ayat 15-16

Surat      : Al Anfal
Ayat       : 15-16
Tema      : lari dari medan perang

a. Asbabun nuzul
Kalimat “zahfan” berkumpul, maksudnya kumpulan bala tentara yang menuju arah lawan dengan tujuan hendak membunuh atau menyerang. “al adbar” jamak dari kata dabara yakni, arah belakang. Adapun yang di maksud dari firman-Nya yaitu, larangan berpaling dengan membelakangi musuh. “wa man yuwallahum yaumaidzin” yakni, pergi membelakanginya  di saat sudah bertemu musuh  dengan maksud ingin membut siasat. “mutahayyijan” membentuk barisan oposisi dengan maksud untuk menyerang musuh. (Tafsir Al-Munir Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Hukum lari dari medan perang dan sangsinya
Allah Swt. berfirman mengutarakan ancaman­Nya kepada orang yang melarikan diri dari medan perang karena diserang musuh, bahwa Dia akan memasukan orang (muslim) yang berbuat demikian ke dalam neraka. Kecuali dengan alasan-alasan yang syar’i
Hukum-hukum yang berkaitan dengan ayat di atas

  • Kabur dari medan perang bagian dari dosa besar. Terkecuali dalam dua hal yakni:
  1. Tujuan dari kabur tersebut untuk membuat siasat terhadap musuh
  2. Tujuan dari kabur tersebut untuk menggabungkan diri dengan pasukan yang lain supaya terjalinya barisan pasukan yang kuat.

Adapun yang menjadi landasan bahwasanya kabur dari medan perang itu bagiandari dosa besar ialah Hadits Rasulallah saw. “Jauhilah tujuh macam dosa yang bertingkat - tingkat (besar). Para sahabat bertanya , apa saja ya Rasulallah? Beliau berkata: Mempersekutukan Allah, Sihir, membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, makan harta riba, makan harta anak yatim, lari dari peperangan dan menuduh jinah wanita yang beriman.(Muttafakun Alaih)
  • Ketentuan jumlah musuh yang haram untuk kabur dari peperangan. Dalam hal ini yang menjadi landasan hukumnya adalah firman Allah swt. ( QS.7:66)
  • Ketentuan tentang  bolehnya kabur dari medan perang dalam keadaan darurat (terdesak).dalam  hal ini dibolehkan kabur dari medan perang selain dari kedua alasan tadi seperti habisnya bahan makanan dan perbekalan. 

Subtansi dari ayat di atas
  • Seorang mukmin yang berjihad demi tegaknya kaliamt Allah maka seyogyanya dia memikul beban yang sangat berat
  • Kabur dari medan perang termasuk dari dosa yang besar
  • Tidak boleh kabur dari medan perang terkecuali dalam keadaan darurat
  • Pertolongan ada ditangan Allah.

(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Azzuhaili dan Tafsir Ibnu Katsir)

c. Kisi-kisi Materi
Larangan meninggalkan jihad: 8:15; 8:16; 9:24; 9:81
Berani berperang dan tidak pengecut: 4:77; 4:104; 8:15; 8:45; 9:38 
(Indeks Al Qur’an) 

d. Hadits
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. bersabda: “Jauhilah tujuh macam dosa yang bertingkat-tingkat (besar) Para sahabat bertanya, apa saja ya Rasulallah? Beliau berkata: Mempersekutukan Allah, Sihir, membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, makan harta riba, makan harta anak yatim, lari dari peperangan dan menuduh jinah wanita yang beriman.(HR. Bukhari: 2560 dan Muslim: 129 ).

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120