Tafsir Tematik Surat Al A’raf Ayat 189-193
Surat : Al A’raf
Ayat : 189-193
Tema : Proses penciptaan asal-mula manusia
a. Asbabun nuzul
Kalimat “Min nafsin wa hidatin” (Dari jiwa yang satu) maksudnya Allah swt. Menciptakan manusia dan keturunannya dari jiwa yang satu yakni Adam dan darinya pula Allah menciptakan Hawa seorang istri yang menjadi pelantara cikal bakal lahirnya keturunan umat manusia adapun hikmah di ciptakannya hawa tersbut untuk menumbuhkan rasa tentram dan nyaman dalam jiwa Adam as. (Tafsir Al-Munir-Dr. Wahbah Az-Zuahili)
b. Materi Dakwah
Asal Mula dan Proses Penciptaan Manusia
Dalil Al-Qur’an tentang penciptaan Manusia
- Allah menciptakan manusia sebaik-baik rupa (QS. At Tin : 5)
- Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada para Malaikat-Nya sebelum menciptakan Adam bahwasanya Dia menciptakan Adam dari tanah (QS. Shad : 71)
Tahapan-tahapan penciptaan manuasia:
- manusia diciptakan dari suatu saripati (berasal) dari tanah, Kemudian Allah jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Allah jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Allah jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Allah jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Allah bungkus dengan daging. Kemudian Allah jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. ” (Qs. Al Mukminun : 12-14)
- Tanah tersebut diambil dari seluruh bagiannya, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah saw :“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam (sepenuh telapak tangan) tanah yang diambil dari seluruh bagiannya. Maka datanglah anak Adam (memenuhi penjuru bumi dengan beragam warna kulit dan tabiat). Di antara mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam, dan di antara yang demikian. Di antara mereka ada yang bertabiat lembut, dan ada pula yang keras, ada yang berperangai buruk (kafir) dan ada yang baik (Mukmin). ” (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi)
- Setelah Allah saw menciptakan Adam ‘as dari tanah. Dia ciptakan pula Hawa ‘dari Adam, sebagaimana firman-Nya (QS. Az Zumar : 6)
- Dari Adam dan Hawa inilah terlahir anak-anak manusia di muka bumi dan berketurunan dari air mani yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan hingga hari kiamat nanti. (QS. As Sajdah : 7-8)
Intisari Ayat di atas
- Asal mula manusia itu diciptakan dari jenis yang satu yakni Nabi Adam as.
- Di antra kasih sayang Allah kepada seorang ibu ialah Allah jadikan baginya janin
- Bahwasanya mengandung itu bagian daripada penyakit, maka sebagai konsekwensinya Allah memberikan pahala yang besar dan menjadikan matinya sebagai mati yang sahid
- Bahwasanya berhala itu tidak layak di nobatkan sebagai tuhan karena sejatinya dia itu adalah makhluk bukan khalik (zat yang menciptakan)
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Bahrul Ulum-Abu Allaisy As-Samarqandi dan Adlwaul Bayan. Asy Syaikh Muhammad Amin Asy Syinqithi.)
c. Kisi-kisi Materi
Penciptaan Adam as. dan keturunannya: 2:28; 2:30; 4:1; 6:2; 6:98; 7:11; 7:12; 7:189; 15:26; 15:28; 15:29; 15:33; 19:67; 32:7; 39:6; 49:13; 55:3; 55:14; 67:23; 76:1; 80:18; 80:19; 80:20; 91:8; 92:3; 96:2
Adam as. berasal dari tanah: 3:59; 6:2; 11:61; 15:26; 15:28; 15:29; 15:33; 71:17
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَرَفَعَ الْحَدِيثَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ نُطْفَةٌ أَيْ رَبِّ عَلَقَةٌ أَيْ رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقًا قَالَ قَالَ الْمَلَكُ أَيْ رَبِّ ذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الْأَجَلُ فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
Diriwayatkan dari dari Anas bin Malik -secara marfu'- dia berkata; "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengirim malaikat pada setiap rahim, dan malaikat itu berkata; Wahai Rabb nutfah, Rabb 'alaqah, Rabb mudhghah. Jika Allah Azza wa Jalla hendak menentukan takdir pada mahluk-Nya, Malaikat itu berkata "Wahai Rabb, laki-laki atau perempuan? celaka atau bahagia, bagaimana rizki dan bagaimana ajalnya?" Maka ditulislah ketetapan itu dalam perut ibunya".(HR.Muslim: 4785)
Comments
Post a Comment