Tafsir Tematik Surat Al Baqarah Ayat 105
Surat :
Al Baqarah
Ayat :
105
Tema : Esensi Tawaqal a. Asbabun nuzul
Kalimat “jagalah dirimu” maksudnya Allah swt. Memerintahkan
kepada hamba-hambanya agar senantiasa menjaga diri-dirinya. “Dia akan
menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” maksudnya Allah swt.
Akan memberitahukan atas setiap apa yang telah di lakukan oleh hamba-hambanya
dan akan membalas sesuai dengan amal perbuatannya itu. (Tafsir Al Munir)
b. Materi Dakwah
Al Qur'an telah menjadikan amar ma'ruf nahi munkar sebagai keistimewaan
yang pertama yang dimiliki oleh ummat ini dan yang mengungguli ummat-ummat
lainnya. penyebutan amar ma'ruf dan nahi munkar dalam Al Qur’an lebih
didahulukan daripada penyebutan iman, padahal iman merupakan asas. Hal ini
karena iman kepada Allah itu merupakan ketentuan yang bersifat umum (dimiliki)
antara umat-umat Ahlul Kitab semuanya, tetapi amar ma'ruf nahi munkar merupakan
kemuliaan ummat ini. Seperti tumbuh-tumbuhan padang pasir, Allah-lah yang
mengeluarkannya, dan dia tidak dikeluarkan agar hidup untuk dirinya saja,
tetapi dikeluarkan untuk (kemaslahatan) ummat manusia seluruhnya. Ummat ini
adalah ummat dakwah dan risalah, tugasnya menyebarkan yang ma'ruf dan
memperkuatnya, dan mencegah yang munkar serta menghancurkannya.
Hikmah menegakan amar ma’ruf nahyil mungkar:
- Terbebasnya kewajiban dan dosa dari Allah swt
- Terciptanya lingkungan yang kondusip, aman dan tentram
- Terjalinnya sikap kesatuan dan persatuan
- Allah menjanjikan rahmat bagi orang-orang yang menegakan amar ma’ruf nahyil mungkar karena amal-amal baik mereka.
Etika Amar Maruf Nahi Mungkar:
- Janganlah melampaui batas yang telah disyariatkan terhadap pelaku maksiat, dengan sikap berlebih-lebihan dalam membenci dan menghina, atau melarang dan menghajr ( mengisolir ) atau menghukumi mereka. (QS:Al-Baqarah:190)
- Hendaklah dia melaksanakan amar maruf nahi mungkar dalam batas yang disyariatkan yaitu berilmu, lemah-lembut, sabar, dan niat yang baik serta menempuh jalan tengah (meletakkan sesuatu pada tempatnya)
- Merubah kemungkaran dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuannya bila berkuasa maka kemungkaran tersebut bisa di cegah dengan tangannya bila tidak mampu bisa dengan lisannya dan juga dengan hati
- Langkah pertama yang harus di lakukan adalah melaksanakan amar ma’ruf melalui peringatan atau ultimatum baru di susul dengan nahyil mungkar
(Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah-Dr. Yusuf Qardhawi
dan Tafsir Al Munir-Dr.Wahbah Az Zuhaili dan majmu fatawa-Syaikh Ibnu Taimiyyah)
c. Kisi-kisi Materi
Amar ma'ruf dan nahi munkar: 2:206; 3:21; 3:104; 3:110; 3:114; 4:114;
5:63; 5:79; 7:80; 7:81; 7:85; 7:86; 7:157; 7:164; 7:165; 7:199; 9:71; 9:112;
11:116; 15:69; 15:71; 16:90; 22:41; 31:17
d. Hadits
حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَحْوَلُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ الْمَدِينَةُ حَرَمٌ مِنْ كَذَا إِلَى كَذَا لَا يُقْطَعُ شَجَرُهَا وَلَا يُحْدَثُ فِيهَا حَدَثٌ مَنْ أَحْدَثَ حَدَثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu'man telah menceritakan kepada
kami Tsabit bin Tazid telah menceritakan kepada kami 'Ashim Abu 'Abdurrahman Al
Ahwal dari Anas radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Madinah adalah tanah suci dari ini dan ini. Yaitu tidak boleh
ditebang pepohonannya dan tidak boleh berbuat kemungkaran didalamnya.
Barangsiapa yang berbuat kemungkaran (bid'ah) yang dilarang agama didalamnya
maka orang itu akan mendapat laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh
manusia". (HR.Bukhari: 1734)
Comments
Post a Comment