Tafsir Tematik Surat Al-Baqarah Ayat 109

Surat                       : Al Baqarah
Ayat                        : 109
Tema                       : Pertanggungjawaban Para Rasul

a. Asbabun nuzul
Kalimat “(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul” maksudnya ialah hari kiamat. Diman Allah swt, menanyakan kepada para rasul-Nya tentang jawaban para umatnya di saat mereka mengajak umat tersebut kejalan tauhid. Dan mereka pun menjawabnya dengan berkata “Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang gaib” mereka (para rasul ) mengatakan demikian karena pengaruh kengerian akan dahsyatnya hari hari ki amat tersebut. (Tafsir Al Munir-Dr.Wahbah Az Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Ayat diatas mengandung berita tentang khitab Allah kepada para rasul­Nya kelak di hari kiamat mengenai jawaban yang mereka terima dari umatnya masing­masing yang mereka di utus kepadanya oleh Allah Swt . Seperti hal nya makna yang terdapat di dalam ayat lain: “Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami)” (QS. Al A’raf: 6) Firman yang lainnya “Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu” (QS.Al Hijr: 92-93)

Terdapat dua pendapat dalam menafsirkan jawaban para rasul yang terkandung pada ayat di atas yaitu:
  1. Maksud dari jawaban para rasul tersebut sebagai pengakuan diri akan sdikitnya pengetahuan mereka bila dinisbatkan dengan ilmu Allah. Pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu Abbas
  2. Pendapat Mujahid, Al­Hasan Al­Basri, dan As­Saddi mengatakan, "Sesungguhnya mereka (para rasul ) mengatakan demikian karena pengaruh kengerian hari tersebut yakni hari ki amat.

Metode dakwah Rasulallah saw.
  1. Bil hikmah yaitu metode dakwah dengan memberi perhatian yang teliti terhadap keadaan dan suasana yang melingkungi para mad’u (orang-orang yang didakwahi), juga memperhatikan materi dakwah yang sesuai dengan kadar kemampuan mereka dengan tidak memberatkan mereka sebelum mereka bersedia untuk menerimanya
  2. Mau’izhah al-hasanah, yaitu metode dakwah dengan pengajaran yang meresap hingga ke hati para mad’u
  3. Dakwah dengan perdebatan yang baik, yaitu metode dakwah dengan menggunakan dialog yang baik, tanpa tekanan yang zalim terhadap pihak yang didakwahi, tanpa menghina dan tanpa memburuk-burukkan mereka
  4. Benar dan tegas tanpa kompromi yakni Perkara yang beliau saw sentuh dalam dakwahnya adalah perkara yang paling pokok dan paling mendasar
  5. Tidak menambah dan mengurangi satu huruf pun dari materi
(Tafsir Al Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Rojulun shalihun-Abu Muhammad Jibril AR)


c. Kisi-kisi Materi
Rusaknya keseimbangan pada hari kiamat: 25:25; 27:88; 50:44; 52:9; 52:10; 55:37; 56:4; 56:5; 56:6; 69:14; 69:16; 70:8; 70:9; 75:9; 77:9; 77:10; 78:19; 78:20; 79:6; 79:7; 81:1; 81:2; 81:3; 81:6; 81:11; 82:1; 82:2; 82:3; 84:1; 84:3; 89:21; 99:1; 99:2; 101:5
(Indeks Al Qur’an)

d. Hadits
Diriwayatkan dari Abdullah bin Salamah berkata; Abdullah berkata; Nabi kalian saw. telah diberi perbendaharaan segala sesuatu selain lima perkara; (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (HR.Ahmad: 3477) [Hadits kurang sesuai dengan tema].



Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120