Tafsit Tematik Surat Al An’am Ayat 148-150

Surat        : Al An’am
Ayat         : 148-150
Tema        : Tuduhan orang musyrik atas kesyirikan mereka

a. Asbabun nuzul
Firman Allah “Maa asyrakna wa laa abaa ‘una wa laa harramna min syain” Yakni, bahwasanya kemusyrikan dan pengharaman kami akan sesuatu semuanya atas  kehendak Allah semata dan Allah pun meridhainya. “ba’sana” yakni, siksa kami “hal indakum min ilmin” apakah kamu punya pengetahuan bahwasanya Allah ridha atas pernyataan mereka. “patakhriju lana” yakni mereka tidak mempunyai pengetahuan sama sekali pernyataan mereka hanyalah persangkaan belaka. (Tafsir Al Munir-Dr.Wahbah Az Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Bahaya perbuatan syirik
  1. Syirik adalah dosa dan kezhaliman yang terbesar (QS. Luqman:13)
  2. yirik adalah penghapus amalan seseorang, apakah seorang muslim (awalnya) maupun kafir, jika berbuat syirik maka terhapuslah semua pahala yang pernah ia dapatkan dan kebaikan yang pernah ia kerjakan (QS. Az-Zumar:65)
  3. Dosa syirik tidak akan pernah di ampuni (QS. An-Nisa’:116)
  4. Seorang yang mati dalam keadaan musyrik diharamkan masuk surga, maka tempat kediamannya kelak pasti di neraka jahannam dan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya ia merasakan adzab yang sangat pedih (QS. Al-Maidah:72)
  5. Orang-orang musyrik adalah makhluq yang paling hina yang pernah tercipta di dunia dan akhirat, bahkan mereka lebih hina dari binatang ternak (QS Al-Bayyinah:6)
  6. Syirik adalah sebab kebinasaan dan musibah serta malapetaka yang menimpa manusia, bahkan sebab kehancuran alam semesta ini (QS. Maryam:88-91)
  7. Diharamkan seorang musyrik untuk menikahi wanita muslimah, demikian pula sebaliknya, seorang muslim diharamkan menikahi wanita musyrikah (QS. Al-Baqoroh:221)
  8. idak boleh mendoakan orang yang mati dalam keadaan musyrik meskipun keluarga terdekat (QS. At-Taubah:113-114)

Berkaitan dengan kehendak, para ahli tahqiq mengatakan: kehendak yang di sebutkan dalam kitabullah ada dua macam yaitu:
  1. Kehendak yang berkaitan dengan syariat dien. Yakni kehendak Allah yang mengandung cinta dan ridha (QS.2:185; 4:26-28; 5:6; 33:33)
  2. Kehendak yang  berkaitan dengan hukum alam takdir. Yakni kehendak Allah yang  mencakup seluruh kejadian (QS. 6:125; 11:34; 2:185)

(Syarh Aqidah Thahawiyah-Abdur rahman Al Hawali dan Mukhtashar Minhajussunah-Syaikh Abdurrahman bin Hasa dan Tafsir Al Munir-Dr.Wahbah Az Zuhaili)

c. Kisi-kisi Materi
Menuruti hawa nafsu: 2:120; 2:145; 4:135; 5:48; 5:49; 5:77; 6:56; 6:119; 6:150; 7:176; 18:28; 19:59; 20:16; 22:71; 25:43; 28:50; 30:29; 38:26; 42:15; 45:18; 45:23; 47:14; 47:16; 53:23; 54:3 
Mengikuti prasangka: 3:154; 4:157; 6:116; 6:148; 10:36; 10:66; 53:23; 53:28
(Indeks Al Qur’an)

d. Hadits
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Muhammad telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta, janganlah kalian saling mendiamkan, janganlah suka mencari-cari isu, saling mendengki, saling membelakangi, serta saling membenci, tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara (HR.Bukhari: 5604)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120