Adab-adab majelis dalam islam
Surat
Ayat
Tema
|
: Al-Mujaadalah
: 11
: Adab-adab majelis dalam islam
| |
a. Asbabun nuzul
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Muqatil bahwa ayat ini turun pada hari jum’at. Ketika itu, terlihat beberapa sahabat yang dahulunya mengikuti perang badar datang ke masjid, sementara tempat duduk yang tersedia sempit. Beberapa orang (yang lebih dulu duduk di tempat itu) kemudian terlihat enggan untuk melapangkan tempat bagi mereka sehingga sahabat-sahabt tersebut terpaksa berdiri. Rasulallah saw. kemudian meminta beberapa orang yang tengah duduk itu untuk berdiri kemudian menyuruh para sahabat tadi duduk di tempat mereka. hal ini menimbulkan perasaan tidak senang pada diri orang-orang yang disuruh berdiri tadi. Lalu turunlah ayat ini. “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis” (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahah Az-Zuhaili).
b. Materi Dakwah
Adab-adab majlis dalam islam
- selalu menjaga suasana yang baik
- penuh persaudaraan
- saling bertenggang rasa dalam majelis
- Bagi yang terdahulu datang hendaklah memenuhi tempat yang agak di muka, sehingga orang yang datang kemudian tidak perlu melangkahi atau mengganggu orang yang telah terdahulu hadir
- bagi orang yang terlambat datang hendaklah merasa rela dengan keadaan yang ditemuinya, seperti tidak dapat tempat duduk
Kategori majlis dalam islam
- majlis zikir
- majlis ilmu
- majlis buat salat iid
- majlis buat salat jum’at sekalipun di saat berperang
Kandungan ayat
- Para sahabat berlomba-lomba mencari tempat dekat Rasulullah agar mudah mendengar perkataan beliau yang beliau sampaikan kepada mereka.
- Perintah memberikan tempat kepada orang yang baru datang, adalah merupakan anjuran, sekiranya hal ini mungkin dilakukan, untuk menimbulkan rasa persahabatan antara sesama yang hadir.
- Sesungguhnya tiap-tiap orang yang memberikan kelapangan kepada hamba Allah dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka Allah akan memberi kelapangan pula kepadanya di dunia dan di akhirat nanti.
- orang-orang yang mempunyai derajat yang paling tinggi di sisi Allah ialah orang yang beriman, berilmu dan ilmunya itu diamalkan sesuai dengan yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.
- Allah Maha Mengetahui semua yang dilakukan manusia, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, siapa yang durhaka kepada-Nya. Dia akan memberi balasan yang adil, sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya. Perbuatan baik akan dibalas dengan surga dan perbuatan jahat dan terlarang akan dibalas dengan azab neraka.
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)
c. Kisi-kisi Materi
-Etika berkumpul
-Yang didapat dari perkumpulan baik dan perkumpulan jelek: 4:140; 6:68; 23:67
-Memilih kawan berkumpul: 4:144; 6:52; 6:68; 74:45
-Menghormati dan meluaskan tempat kepada orang saat berkumpul: 58:11
-Berbisik-bisik dalam tempat perkumpulan: 58:8; 58:9
-Etika keluar dari tempat perkumpulan: 24:62
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ دَخَلَ عَلَيْنَا أَبُو بَكْرَةَ فِي شَهَادَةٍ فَقَامَ لَهُ رَجُلٌ مِنْ مَجْلِسِهِ فَقَالَ أَبُو بَكْرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُقِمْ الرَّجُلَ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ يَقْعُدُ فِيهِ أَوْ قَالَ إِذَا أَقَامَ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ فَلَا يَجْلِسْ فِيهِ وَلَا يَمْسَحْ الرَّجُلُ يَدَهُ بِثَوْبِ مَنْ لَا يَمْلِكُ
dari Sa'id bin Abul Hasan ia berkata; Abu Bakrah pernah menemui kami dalam persidangan lalu seseorang berdiri dari majlisnya, maka Abu Bakrah berkata; Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda:"Janganlah seseorang menyuruh orang lain berdiri, lalu ia menempati tempat duduknya," atau sabdanya:"Apabila seseorang menyuruh temannya berdiri dari tempat duduknya, maka janganlah ia menempati tempat duduk temannya, dan janganlah seseorang mengusap tangannya dengan kain yang bukan miliknya". (HR.Ahmad: 19583).

Comments
Post a Comment