Akhlaq Mukminah Senantiasa Mengucapkan Hamdalah Saat Mendapatkan Kenikmatanm
SURAT YUNUS, AYAT 10
Seorang mukminah yang sejatinya sepantasnya bersyukur atas karunia yang telah di berikan Allah kepadanya. banyak cara untuk mengimplementasikan rasya syukur tersebut diantaranya memuji sang pemberi nikmat (Allah swt) dengan mengucapkan hamdallah.
Allah swt. memerintahkan syukur dan melarang kebalikannya, memuji pelakunya, mensifatinya sebagai makhluk-Nya yang khusus, dan menjanjikan kepadanya dengan pahala yang baik. Syukur sebagai sebab untuk mendapatkan tambahan karunia-Nya, memelihara dan menjaga nikmat-Nya. Allah juga mengabarkan bahwa orang-orang yang bersyukur adalah mereka yang dapat mengambil manfaat dan pela-jaran dari ayat-ayat-Nya, mengambil salah satu dari asma'-Nya, karena Allah adalah Asy-Syakur, yang berarti menghantarkan orang yang bersyukur kepada Dzat yang disyukurinya.
Syukur dilandaskan kepada lima sendi: Orang yang bersyukur tunduk kepada yang disyukuri, mencintai-Nya, mengakui nikmat-Nya, memuji-Nya karena nikmat itu, dan tidak menggunakan nikmat itu untuk sesuatu yang dibenci-Nya.
Inilah lima sendi dan dasar syukur. Jika ada salah satu di antaranya yang hilang, maka sendi syukur itu pun menjadi lowong, yang membuat syukur tidak sempurna. Siapa pun yang berbicara tentang syukur dan batasan-batasannya, tentu akan kembali ke lima sendi ini dan pembicaraannya berkisar padanya.
(Madarijus-salikin bayanu manzili iyyaka na’budu wa iyyaka nastaiin-Muhammad bin Abi Bakar Ayubi/Daarul Kitab arabi Hal 242)