Allah Maha indah dan menyukai keindahan
Surat
Ayat
Tema
|
: Qaf
: 6
: Allah Maha indah dan menyukai keindahan
| |
a. Asbabun nuzul
Makna Al-Jamil Secara Bahasa
al-Fairûz Abâdi rahimahullah, beliau menjelaskan bahwa asal kata Al-Jamil ini mengandung pengertian keindahan dalam tingkah laku dan rupa. Sementara itu, pakar bahasa yang lain yang bernama Ibnul Atsîr rahimahullah lebih lanjut menjelaskan bahwa al-Jamîl berarti Yang Maha Indah perbuatan-perbuatan-Nya dan sempurna sifat-sifat-Nya
(Al-Qâmûsul Muhîth- al-Fairûz Abâdi dan An-Nihâyah fi Gharîbil Hadîts wal Atsâr- Ibnul Atsîr)
b. Materi Dakwah
Dalil-dalil yang menunjukan bahwa Allah itu indah dan mencintai keindahan seperti :
- Di dalam melihat keindahan langit ia bisa membaca firman Allah swt. (QS.50:7; 15:16)
- Dan di dalam melihat keindahan bumi dan tumbuh-tumbuhannya ia bisa membaca (QS.50:7; ;27:60)
- Dalam melihat keindahan hewan ia bisa membaca firman Allah swt. (QS.16: 6)
- Dan dalam melihat keindahan manusia ia bisa membaca firman Allah swt .(64:3; 82:7-8; 27:88; 32:7)
Dengan demikian maka seorang mukmin harus senang melihat keindahan yang ada di alam semesta ini, karena itu sebagai refleksi dari keindahan Allah swt. Seorang mukmin juga mencintai keindahan, karena "Al Jamil" merupakan salah satu asma Allah SWT dan sifatnya-Nya yang mulia. Seorang mukmin juga mencintai keindahan, karena Rabbnya mencintai yang indah, Allah itu indah dan mencintai yang indah.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa "Keindahan Allah Azza wa Jalla ada empat tingkatan;
Pertama: keindahan dzat,
kedua: keindahan sifat,
ketiga: keindahan perbuatan dan
keempat: keindahan nama
Atas dasar itu, semua nama Allah Azza wa Jalla Maha Indah, seluruh sifat-Nya Maha Sempurna, dan semua perbuatan-Nya mengandung hikmah, kemaslahatan (kebaikan) dan keadilan serta rahmat (kasih-sayang). Adapun keindahan dzat dan apa yang ada padanya, maka ini adalah perkara yang tidak bisa dicapai dan diketahui oleh selain Allah Azza wa Jalla. Semua makhluk tidak memiliki pengetahuan tentang itu kecuali (sedikit) pengetahuan yang dengan itulah Dia Azza wa Jalla memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-hamba yang dimuliakan-Nya.
(Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah-DR.Yusuf Al-Qardhawi dan Al-Fawâid-Syeikh Ibnu Taimiyyah)
c. Kisi-kisi Materi
Sifat Kamal (sempurna): 2:255; 5:64; 17:1; 19:64; 21:17; 23:115; 44:38; 50:38; 91:15
d. Hadits
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ كِبْرٍ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَيُعْجِبُنِي أَنْ يَكُونَ ثَوْبِي غَسِيلًا وَرَأْسِي دَهِينًا وَشِرَاكُ نَعْلِي جَدِيدًا وَذَكَرَ أَشْيَاءَ حَتَّى ذَكَرَ عِلَاقَةَ سَوْطِهِ أَفَمِنْ الْكِبْرِ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا ذَاكَ الْجَمَالُ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَازْدَرَى النَّاسَ
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk neraka, orang yang di dalam hatinya ada iman seberat biji (sawi) dan tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji (sawi)." Seorang laki-laki bertanya; Wahai Rasulullah, Sesungguhnya aku menyukaiku bila aku berpakaian bersih, kepalaku berminyak dan tali sandalku baru, ia menyebutkan semuanya hingga menyebutkan ikatan cambuknya, apakah termasuk kesombongan, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: "Tidak, itu adalah keindahan, sesungguhnya Allah itu Maha Indah, menyukai keindahan, tetapi kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. (HR.Ahmad: 3600)

Comments
Post a Comment