Allah menolong orang mukmin di medan peperangan
![]() |
Surat
Ayat
Tema
|
:
: 25-26
: Allah menolong orang mukmin di medan peperangan
|
a. Asbabun nuzul
Dalam ad-Dalaa’il al-Baihaqi meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Anas bahwa seseorang berkata pada waktu perang Hunain, “Kita tidak akan kalah gara-gara jumlah yang sedikit,” waktu itu mereka berjumlah 12.000 orang. Perkatan seperrti itu mmberatkan hati Rasulallah. Lalu Allah menurunkan firman-Nya. “dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu,,,”(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahabh Az-Zuhaili)
b. Materi Dakwah
Lima Prinsip untuk Meraih Kemenangan
Kemenangan itu bukanlah semata-mata kemampuan dan kekuatan yang dipersiapkan secara fisik (lahiriah), tetapi disana terdapat faktor-faktor penentu yang hampir-hampir terlupakan. Faktor-faktor itu antara lain:
- Sesungguhnya kemenangan itu hanya di tangan Allah Ta’ala saja (QS. Ali ‘Imran :126)
- Sesungguhnya Allah Ta’ala menjanjikan kemenangan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman terhadap musuh-musuh mereka di dunia (QS. ar- Ruum, :47)
- Sesungguhnya Janji Ini Diberikan kepada Orang yang Sempurna Imannya (QS. ar-Ruum :47)
- Sesungguhnya tidak terealisasinya janji qodariy yang berupa pertolongan Allah untuk orang-orang yang beriman ini menunjukkan tidak terpenuhinya syarat-syaratnya Yaitu karena hamba tersebut kurang maksimal dalam melaksanakan dua bentuk i’dad tersebut yaitu i’dad imaniy dan i’dad maddiy atau salah satu diantara keduanya
- Jika janji ini tidak terealisasi maka seseorang tidak akan berhak mendapatkannya kecuali jika dia merubah keadaannya untuk menyempurnakan syarat-syarat untuk mendapatkan janji ini (QS. ar-Ra’d :11)
Kandungan Ayat
- Dalam ayat ini Allah swt. Menuturkan prihal nikmat yang telah diberikannya kepada kaum mukminin. yakni mendapat pertolongan yang banyak dalam peperangannya.
- Ulama menuturkan bahwasanya pada perang hunain ini Rasulallah saw. bersabda seperti yang di riwayatkan oleh Syaikhani, Abu Daud, dan Tirmizi dari Abi Qatadah dan yang lainnya “Siapa yang telah membunuh musuh dan dia mempunyai bukti yang jelas maka salab (harta/barang yang melekat pada musuh yang terbunuh) menjadi miliknya”
- Dalam perang ini Nabi meminjam baju besi dan senjata dari shafwan bin umayah yang musyrik. hal ini menjadikan hujjah di bolehkannya meminjam senjata dan memanfaatkannya sekalipun dari orang-orang musyrik. Seperti pernyataan Abu Hanipah dan Imam Syafi’i
- Dalam ayat ini Allah swt. Menjelaskan bahwasanya kemenangna itu hanya dari Allah semata bukan karena banyaknya pasukan mereka.
- Dalam perang hunain ini Allah swt.menurunkan ketenangna kepada hati-hati orang mukmin. Dan menghilangkan ketakutan mereka dari pasuka kaum musyrikin.Allah swt.menurunkan azab-Nya kepada orang-orang kafir di bawah pedang orang-orang muslimin
(Kitabul Iman-Abdul Majid Az-Zindani dan Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdul Rahman-Prinsip-prinsip meraih kemenangan dan pertolongan Allah dalam penegakan syari'at)
c. Kisi-kisi Materi
Kekalahan muslimin pada awal perang: 9:25
Hasil perang Hunain: 9:26
Janji setia tawanan Hunain untuk memeluk Islam: 9:27
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ الرَّايَةَ زَيْدٌ فَأُصِيبَ ثُمَّ أَخَذَهَا جَعْفَرٌ فَأُصِيبَ ثُمَّ أَخَذَهَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ فَأُصِيبَ وَإِنَّ عَيْنَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَتَذْرِفَانِ ثُمَّ أَخَذَهَا خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ مِنْ غَيْرِ إِمْرَةٍ فَفُتِحَ لَهُ
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata: Telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Bendera perang dipegang oleh Zaid lalu dia terbunuh kemudian dipegang oleh Ja'far lalu dia terbunuh kemudian dipegang oleh 'Abdullah bin Rawahah namun diapun terbunuh, Dan nampak kedua mata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berlinang. Akhirnya bendera dipegang oleh Khalid bin Al Walid tanpa menunggu perintah, namun akhirnya kemenangan diraihnya (HR.Bukhari: 1169)

Comments
Post a Comment