Giat Dalam Mengajar Dan Mengamalkan Isi Al Qur’an

SURAT AN NAHL, AYAT 44
Ketika sedang bertilawah seorang mukmin dan mukminah harus memadukan antara lisan, akal dan hati secara simultan. Tugas lisan ialah membetulkan huruf dengan bacaan tartil, tugas akal ialah menafsirkan maknanya, dan tugas hati ialah mengambil pelajaran dan menghayati segala larangan dan perintahnya. Jadi lisan membaca, akal menerjemahkan dan hati menangkap pelajaran.

Seoran mukmin dan mukminah jangan sampai terpedaya oleh bacaan Al Qur’an dimana lidah mereka membaca Al Qura’an tetapi hati mereka berkelana di berbagai lembah angan-angan, karena mereka tidak merenungkan makna-maknanya dengan meninggalkan larangannya, mengikuti perintahnya, mengambil pelajaran dari hal-hal yang mengandung berbagai pelajaran dan hal-hl lainnya.

Mereka terpedaya karena mengira bahwa tujuan diturunkannya Al Qur’an adalah semata-mata menjadi bacaan tetapi melalaikan isinya. Mereka punya suara yang merdu lalu mereka membacanya hingga mendapatkan kelezatan bacaannya tetapi mereka terpedaya olehkelezatannya, karena mengira bahwa hal itu merupakan kelezatan munazat kepada Allah dan mendengarkan kalam-Nya, padahal itu hanya kelezatan suara semata-mata.
(Al Mukhtahlish fi Tazkiyatil Anfus- Said Hawa/ Darus Salam Hal. 224)

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120