Harta itu hanya titipan Allah kepada manusia

Surat
Ayat
Tema
Al-Hadiid
7
Harta itu hanya titipan Allah kepada manusia 



a. Asbabun nuzul
Firman Allah swt. “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya” yakni membenarkan serta mengakui keesaan Allah dan kebenaran Rasul-Nya dan senantiasa konsisten dalam keimanan kepadanya.“dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya” yakni, nafkahkan lah harta-harta yang kamu miliki di jalan Allah, karena sejatinya harta itu adalah titipan milik Allah bukan milikmu, dan tentu saja pada suatu hari titipan tersebut akan diambil k embali. (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili).

b. Materi Dakwah
Harta dalam persepektif islam
  1. Harta adalah anugerah dari Allah yang harus disyukuri. Tidak semua orang mendapatkan kepercayaan dari Allah swt. untuk memikul tanggung jawab amanah harta benda. Karenanya, ia harus disyukuri sebab jika mampu memikulnya, pahala yang amat besar menanti
  2. Harta adalah amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik harta melimpah, ada tanggung jawab dan amanah yang mesti ditunaikan. Harta yang tidak dinafkahkan di jalan Allah akan menjadi kotor, karena telah bercampur bagian halal yang merupakan hak pemiliknya dengan bagian haram yang merupakan hak kaum fakir, miskin, dan orang-orang yang kekurangan lainnya. (QS. At-Taubah: 103)
  3. Harta adalah ujian. Yang jadi ujian bukan hanya kemiskinan, tetapi kekayaan juga merupakan ujian. Persoalannya bukan pada kaya atau miskin, tetapi persoalannya adalah bagaimana menghadapinya. Kedua kondisi itu ada pada manusia, yang tujuannya dibalik itu cuma satu, yaitu Allah ingin mengetahui siapa yang terbaik amalannya. Bagi yang berharta, tentunya, ada kewajiban-kewajiban yang mesti dilakukan terhadap harta itu.
  4. Harta adalah hiasan hidup yang harus diwaspadai. Allah Swt. menciptakan bagi manusia banyak hiasan hidup. Keluarga, anak, dan harta benda adalah hiasan hidup. Dengannya, hidup menjadi indah. Namun, patut disadari bahwa pesona keindahan hidup itu sering menyilaukan hingga membutakan mata hati dan membuat manusia lupa kepada-Nya, serta lupa kepada tujuan awal penciptaan hiasan itu. Semua itu sebenarnya merupakan titipan dan ujian. (QS. At-Taghabun: 15)
  5. Harta adalah bekal beribadah. Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Swt. Karenanya, segenap perangkat duniawi, baik yang meteril maupun yang non materil, tercipta sebagai sarana yang bisa digunakan manusia untuk beribadah. Kekayaan adalah salah satu sarana ibadah. Ia bukan hanya menjadi ibadah kala dinafkahkan di jalan Allah, ia bahkan sudah bernilai ibadah kala manusia dengan ikhlas mencari nafkah untuk keluarganya dan selebihnya untuk kemaslahatan umat. Jika harta dipergunakan sebaik-baiknya, pahala yang amat besar menanti. Namun jika tidak, siksa Allah amatlah pedih.
  6. Hakikat pemilik Harta adalah Allah swt. Diantara Kaidah yang berfungsi sebagai landasan ekonomi dalam masyarakat Islam adalah suatu keyakinan bahwa harta itu sebenarnya milik Allah sedangkan manusia hanya memegang amanah atau pinjaman dari-Nya (QS.Al-Hadid:7) (Sistem Masyarakat Islam  dalam Al Qur'an & Sunnah-Dr. Yusuf Al-Qardhawi) 
c. Kisi-kisi Materi
-Menjaga harta: 28:76; 28:79; 53:34; 53:35
-Menyimpan harta: 4:5; 25:67
-Kewajiban atas harta: 28:77; 30:38; 51:19; 57:7; 70:24; 70:25; 92:5
-Menginfaqkan harta: 2:215; 2:254; 2:261; 4:37; 25:67; 28:54; 92:5 
(Indeks Al Qur’an)

d. Hadits

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ انْتَهَى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ { أَلْهَاكُمْ التَّكَاثُرُ } قَالَ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي وَهَلْ لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ أَوْ أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Diriwayatkan dari Qatadah dari Muththarrif dari ayahnya, ia tiba di hadapan nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam, beliau bersabda: "Bermegah-megahan telah melalaikanmu." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Anak Adam berkata: Hartaku, hartaku. Kau tidak memiliki harta selain yang kau sedekahkan lalu kau habiskan, yang kau makan lalu kau habiskan atau yang kau pakai hingga usang." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih. (HR.Tirmidzi: 2264).

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120