Ibroh dari kisah kaum luth yang dibinasakan akibat mendustakan nabi mereka

Surat
Ayat
Tema
Al-Qamar
33-40
Ibroh dari kisah kaum luth yang dibinasakan 


a. Asbabun nuzul
Firman Allah swt. “binnudzur” yakni, para rasul. Maksudnya mereka mendustakan ancaman-ancaman para rasul yang telah di sampaikan atas lisan-lisan mereka. karena pada dasarnya mendustakan terhadap salah seorang dari mereka (rasul) sama dengan mendustakan terhadap semua para rasul sebagaimana yang telah di sepakati oleh para ahli usul. “haasiban” angin yang membawa batu-batu. maksudnya Allah swt. Menimpakan kepada kaum Luth dengan angin yang  disertai dengan lemparan batu yang bertubi-tubi. (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b.Materi Dakwah
Ibroh dari kisah kaum luth
  1. Perbuatan homoseksual adalah perbuatan yang keji yang menuai azab dan siksa dari Allah swt.
  2. Allah mengazab kaum luth karena dosa yang di lakukannya dan hal ini merupakan sunatullah di mana Allah menimpakan azab-Nya bagi orang yang menentang Rasul dan Risalah-Nya
  3. Petunjuk dan hidayah Allah bagi orang –ornag yang beriman
  4. Seorang suami mempunyai hak otoritas untuk menceraikan istrinya yang nusyuz (Maksiat) 
Sikap mental Kaum luth
  • Kaum luth adalah kaum yang memiliki watak dan mental serta tabiat yang keras
  • Mereka banyak melakukan penyimpangan Aqidah sekaligus penyimpangan prilaku seperti menyukai sesame jenis (homoseksual)
  • Mereka melakukan kemunkaran didalam komunitasnya sendiri
  • Bersama-sama dalam kemungkaran dan menolak seruan dakwah yang di sampaikan oleh nabinya Luth as.
  • Sebagai konsekuensinya Allah swt. Menurunkan azab kepada merka. Allah swt. Memerintahkan Jibril as. lalu ia membawa kota-kota mereka sampai ke puncak langit, kemudian Dia balikan dan membantingnya dan mereka dilempari batu-batu dari tanah yang panas secara bertubi-tubi. Peristiwa tersebut terjadi di saat keluarga Luth keluar pda akhir malam sehingga merka selamat dari azab yang menimpa kaumnya
Tidak seorangpun dari kaum Luth yang beriman kepadanya, bahkan istrinya sendiri pun tidak beriman kepadanya sehingga istrinya itu tertimpa apa yang menimpa kaumnya. Sebelum azab datang menimpa mereka, Luth telah memperingatkan merek akan siksa azab Allah. Namun mereka tidak pernah menoleh kepadanya dan tidak pula mau mendengarnya, bahkan justru mereka meragukan dan merasa sombong kepadanya. Ibnu Abbas dan Ulama lainnya dari kalangan para imam salaf dan khalaf berkata, ‘Tidak ada sama sekali istri nabi yang maksiat’ yakni melakukan kekejian seperti perbuatan jina. Akan tetapi mereka melakukan tindakan khianat kepada agama dengan tidak mau menuruti suaminya sebagai seorang nabi.
(Shahihul Qashas fil Qur’an wa sunnah-Dr.Umar Sulaiman Al-Asyqar dan Bidayah wa Nihayah-Ibnu Katsir)

c. Kisi-kisi Materi
Keburukan kaum Luth: 7:80; 7:81; 11:78; 11:79; 15:67; 15:68; 15:69; 15:70; 15:72; 21:74; 26:165; 26:166; 26:168; 27:54; 27:55; 29:28; 29:29; 54:37; 69:9
Keutamaan dan kemuliaan nabi Luth as.: 6:86; 21:74; 21:75; 26:162; 29:26; 37:133
Dakwah nabi Luth as. kepada kaumnya: 7:80; 7:81; 7:82; 26:160; 26:161; 26:162; 26:163; 26:164; 26:168; 27:54; 27:55; 29:28; 29:29; 54:36
Keselamatan nabi Luth as. dan keluarganya: 7:83; 11:81; 15:59; 15:65; 26:170; 27:57; 29:32; 29:33; 37:134; 51:35; 51:36; 54:34 
Turunnya azab atas kaum Luth: 7:84; 9:70; 11:70; 11:74; 11:76; 11:77; 11:81; 11:82; 11:83; 11:89; 15:63; 15:64; 15:66; 15:73; 15:74; 25:40; 26:171; 26:172; 26:173; 27:58; 29:31; 29:34; 37:135; 37:136; 51:32; 51:33; 51:34; 51:36; 51:37; 53:53; 53:54; 54:34; 54:38; 69:10 
(Indeks Al Qur’an)

d. Hadits

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْحَمُ اللَّهُ لُوطًا لَقَدْ كَانَ يَأْوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ وَلَوْ لَبِثْتُ فِي السِّجْنِ مَا لَبِثَ يُوسُفُ ثُمَّ أَتَانِي الدَّاعِي لَأَجَبْتُهُ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu yang berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semoga Allah merahmati Nabi Luth 'Alaihissalam yang telah berlindung kepada keluarga yang kuat. Dan seandainya aku dipenjara dan mendekam didalamnya dalam masa tertentu sebagaimana Nabi Yusuf 'Alaihissalam mengalaminya lalu datang orang yang menyeru tentu aku sudah bersegera memenuhi permintaan (orang yang menyeruku itu) (HR.Bukhari: 3135)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120