Infaq Yang Sia-sia

Surat
Ayat
Tema
Al Anfal
: 36-37
: Infak yang bertujuan memalingkan manusia dari jalan Allah




a. Asbabun nuzul
Ibnu Ishaq mengatakan, “Aku pernah diberi tahu oleh az-Zuhri, Muhammad bin Yahya bin Hibban, Ashim bin Umar bin Qatadah, dan al-Hushain bin Abdurrahman bin Amr bin Sa’ad bahwa ketika Quraisy kalah pada perang badar dan mereka pulang ke Mekah… Abdullah bin Abi Rabii;ah, Ikrimah bin Abi Jahl, dan Shafwan in Abi Umayyah, bersama-sama sejumlah orang Quraisy yang lain yang ayah atau anak mereka tewas, menemui Abu Sufyan dan orang-orang Quraisy yang punya barang dagangan dalam kafilah itu. Kata mereka, Hai orang-orang Quraisy, Muhammad tlah membantai orang-orang terbaik di antara kalian. Maka Allah menurunkan firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah” (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahabh Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
prinsip-prinsip dasar dalam berinfaq
  1. Berinfaq kepada diri sendiri dan keluarga, Islam melarang terhadap pemilik harta menahan tangannya dari berinfaq wajib terhadap diri dan keluarganya karena pelit dan bakhil, takut hidup melarat atau berpura-pura zuhud
  2. Kewajiban berinfaq terhadap hak-hak yang harus ditunaikan, Tidak boleh bagi seseorang pelit terhadap hak-hak yang wajib ditunaikan dengan hartanya, baik itu hak-hak yang sudah tetap, seperti zakat, nafkah kedua orang tua dan kaum kerabat yang fakir, atau hak-hak yang secara insidental, seperti menyuguh tamu, meminjami orang yang memerIukan, menolong orang yang kesulitan (terpaksa, terjepit kebutuhan dll.
Dua syarat diterimanya pahala Infaq
  1. Orang yang berinfaq sebaiknya tidak menyebut-nyebut bahwa ia telah memberikan infaq dalam jumlah sekian atau sekian
  2. Tidak menyakiti penerima infaq tersebut dengan mengatakan bahwa ia telah memberikan infaq kepada si fulan dan si fulan
Dua Ciri Pemberi Infaq yang Sempurna
  1. Khauf (khawatir) yakni, Para pemberi infaq yang sempurna tidak mengkhawatirkan bagaimana kondisinya ketika di Hari Perhitungan kelak. Ia yakin bahwa infaq yang ia berikan memang tidak mengharapkan balasan lain kecuali dari Allah semata
  2. laa yahzanuun (tidak bersedih hati) yakni, mereka tidak bersedih hati akan keturunan mereka setelah mereka menginfaqkan hartanya
Kandungan Ayat
  • Infaq yang dikeluarkan orang-orang kafir dengan maksud menghalangi manusia dari dakwah Allah swt. Tidak akan bermanfaat sama sekali.
  • Kemenangan dan pertolongan hanya milik Allah swt. Sementara kehancuran dan kehinaan milik orang-orang kafir. Dan mereka akan merasakan hal tersebut kelak di hari kiamat.
  • Kemenangan yang hakiki hanya milik orang-orang mukmin dan kekalahan bagi mereka yang kafir
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Yusuf Qardawi-sistem masyarakat islam

c. Kisi-kisi Materi
Menginfaqkan harta: 2:215; 2:254; 2:261; 4:37; 25:67; 28:54; 92:5
(Indeks Al Qur’an) 
d. Hadits

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَنْفَقَتْ الْمَرْأَةُ مِنْ طَعَامِ بَيْتِهَا غَيْرَ مُفْسِدَةٍ كَانَ لَهَا أَجْرُهَا بِمَا أَنْفَقَتْ وَلِزَوْجِهَا أَجْرُهُ بِمَا كَسَبَ وَلِلْخَازِنِ مِثْلُ ذَلِكَ لَا يَنْقُصُ بَعْضُهُمْ أَجْرَ بَعْضٍ شَيْئًا
Diriwayatkan dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jika seorang wanita bershadaqah dari makanan yang ada di rumah (suami) nya bukan bermaksud menimbulkan kerusakan maka baginya pahala atas apa yang diinfaqkan dan bagi suaminya pahala atas apa yang diusahakannya. Demikian juga bagi seorang penjaga harta/bendahara (akan mendapatkan pahala) dengan tidak dikurangi sedikitpun pahala masing-masing dari mereka" (HR.Bukhari: 1336)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120