Kecemasan orang-orang munafik ketika diturunkan ayat tentang mereka
![]() |
Surat
Ayat
Tema
|
:
: 62-66
: Kecemasan orang-orang munafik
|
a. Asbabun nuzul
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa pada suatu hari dalamperang tabuk seseorang berkata dalam suatu majlis, “kami tidak pernah melihat seperti para penghapal Al-Qur’an itu. Belum pernah ada orang yang lebih rakus, lebih berdusta, dan lebih pengecut dalam pertemuan ketimbang mereka. mendengar itu, seseorang berkata: “kamu bohong. Kamu munafik. Aku akan melapor kepada Rasulallah”. Lalu ia pun menyampaikan hal itu kepada beliau dan ayat Al-Qur’an pun turun.(QS.9:62) (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)
b. Materi Dakwah
Sifat-Sifat Munafik
Ibn al-Qayyim menyebutkan bahwa orang munafik memiliki cirri-ciri fisik dan non fisik. Ciri-ciri fisik hanya didapatkan dalam personifikasi tertentu yang disebutkan Al-Qur’an dan al-Hadis, tidak bersifat umum, namun bersifat individual. Sedangkan sifat non fisik, ia bersifat umum dan berlaku pada semua orang.
1. Sifat-sifat Fisik
Al-Qur’an dan Al-Hadismenjelaskan stifat-sifat munafik dari segi fisik sebagai berikut:
- Tampan dan mengagumkan (Q.S. al-Munafiqun : 4)
- Bertutur kata halus, manis dan indah (Q.S.al-Munafiqun : 4)
- Berwajah jelek dan seram seperti Nabtal yang berbadan tinggi, kulitnya hitam, kedua bibirnya tebal, rambutnya tidak teratur, ada bercak merah dan kehitam-hitaman di kedua pipinya, kedua matanya merah seperti dua bejana susu yang sedang mendidih (H.R. Ibn Ishaq)
- Bertingkah laku buruk dan keras kepala.[24]
2. Sifat-sifat Non Fisik
1.Tipu daya (Q.S.al-Baqarah : 8-10)
2.Merasa bangga dengan dosa (Q.S al-Baqarah : 2
3.Bermuka dua (Q.S al-Baqarah : 14)
4.Dengki (Q.S Ali Imran : 118
5.Mematahkan semangat umat Islam (Q.S Ali Imran : 154)
6.Bimbang dan bingung (Q.S al-Nisa : 137)
7.Berkhianat (Q.S al-Nisa : 105-107)
8.Membenci Hukum Allah dan Rasulnya (Q.S al-Nisa 60-66)
9.Mencari muka di hadapan musuh Allah (Q.S al-Nisa 138-139)
10.Enggan berjihad karena dunia (Q.S Ali Imran : 157)
11.Tidak sabar dalam menghadapi rintangan (Q.S Al-Ankabut: 10-11)
12.Membuat kerusakan di bumi (Q.S Al-Baqarah : 205)
13.Mengacau persatuan umat Islam (Q.S Al-Taubah : 47-48)[25]
Para ulama membagi munafik menjadi dua (2) yaitu; munafik ashghar dan munafik akba
Para ulama membagi munafik menjadi dua (2) yaitu; munafik ashghar dan munafik akba
- Terminologi munafik ashghar atau munafik amal dapat dipahami tanda-tanda yang nyata yakni, ika ia berkata pasti berdusta, jika ia berjanji pasti mengingkari, dan jika ia diamanahi pasti berkhiana
- Ibn Rajab mendefiniskan munafik akbar sebagai orang yang menampakkan keimanan kepada Allah, Malaikat, Rasul-rasul, kitab-kitab-Nya dan hari akhir, namun di dalam hatinya kontradiktif dengan mengingkari semuanya
Kandungan ayat
- Kejelekan/karakteristik orang-orang munafik seperti, bersumpah palsu atas nama Allah untuk menarik simpati dari orang-orang munafik, menentang Allah dan Rasul-Nya, menghina Al-Qur’an, Nabi, Orang-orang mukminin dan takut apabila turun ayat Qur’an yang mengungkap kejahatan mereka.
- Larangan untuk bersenda gurai atau bermain-main dalam agama dan hukum-hukumnya. -
- Berkenaan dengan ayat Allah “karena kamu kafir sesudah beriman” (QS.9:66) tersimpan empat hukum
- Melakukan penghinaan terhadap agama adalah kufur.
- Kekufuran tidak terbatas dalam hati tetapi mencakup perkataan dan perbuatan
- Perkataan yang keluar dari mereka merupakan kufur hakiki sekalipun terjadinya kekufuran setelah adanya keimanan.
- Bertaubat dari kemunafikan atau kekufuran dapat di terima.
- Berkenaan dengan firman Allah swt. “Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah”(QS.9:62) menunjukan bahwa sumpahnya orang yang bersumpah dapat di terima.Rasulallah swt. Bersabda dalam haditsnya: “barang siapa yang bersumpah maka dia bersumpah dengan nama Allah…)
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Ibnul Qayyim,Tragedi Kemunafikan)
c. Kisi-kisi Materi
Sumpah dengan menyebut nama Allah: 4:62; 5:106; 5:107; 6:109; 9:62; 9:74; 9:95; 12:73; 12:85; 12:91; 12:95; 16:56; 16:63; 21:57; 24:6; 24:8; 26:97
(Indeks Al Qur’an)
Hadits
عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فِي دَارِهِ بِالْبَصْرَةِ حِينَ انْصَرَفَ مِنْ الظُّهْرِ وَدَارُهُ بِجَنْبِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ قُومُوا فَصَلُّوا الْعَصْرَ قَالَ فَقُمْنَا فَصَلَّيْنَا فَلَمَّا انْصَرَفْنَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيْ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا لَا يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا
Diriwayatkan dari 'Ala bin Abdurrahman bahwa selepas shalat zhuhur ia masuk menemui Anas bin Malik di rumah kediamannya di Bashrah, sedang rumahnya waktu itu ada di sisi masjid. Ia berkata; "Berdiri dan kerjakanlah shalat asar." Al 'Ala bin Abdurrahman berkata; "Maka kami pun berdiri dan shalat, setelah shalat kami berlalu pergi. Ia lalu berkata; "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Itu adalah shalatnya munafik, duduk menunggu matahari hingga apabila matahari berada di antara dua tanduk setan ia berdiri lalu mematuk empat kali, dan tidaklah ia berdzikir kepada Allah kecuali sedikit."(HR. Tirmidzi: 148)

Comments
Post a Comment