Keserasian antara orang Yahudi dan munafik
Surat
Ayat
Tema
|
: Al-Hasyr
: 11-17
: Keserasian antara orang Yahudi dan munafik
| |
a. Asbabun nuzul
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari As-Saddi yang berkata: “Beberapa orang dari Bani Quraizhah masuk islam. Akan tetapi, di antara mereka terdapat beberapa orang munafik yang kemudian berkata kepada orang-orang Bani Nadhir, “Sekiranya kalian nanti di usir maka kami pun pasti akan keluar bersama kalian.” Berkenaan dengan mereka akhirnya turunlah ayat ini. “Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang munafik,,,” (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili).
b. Materi Dakwah
Jihad melawan munafik dan kafir/yahudi
Jihad merupakan tulang punggung dan kubah Islam. Kedudukan orang-orang yang berjihad amatlah tinggi di surga, begitu juga di dunia. Mereka mulia di dunia dan di akhirat.
Dalam persepektif islam jihad dapat di klasifikasikan ke dalam empat bagian
- Jihad melawan diri sendiri (hawa nafsu meliputi:
- Berjihad dalam menuntut ilmu agama
- Berjihad dalam mengamalkan ilmu yang dia pelajari
- Berjihad dalam bersabar menghadapi rintangan di jalan dakwah
2. Jihad melawan setan
- Berjihad dalam menolak syubhat (kerancuan) dan keraguan dalam keimanan
- Berjihad dalam menolak bisikan syahwat
3. Jihad melawan orang-orang kafir dan munafik.
Hal ini meliputi empat hal yaitu:
- jihad dengan hati,
- lisan,
- harta dan
- jiwa raga.
Berjihad melawan orang-orang kafir lebih dikhususkan dengan tangan dan berjihad melawan orang-orang munafik lebih dikhususkan dengan lisan
4. Jihad melawan orang-orang dzolim, ahli bid'ah, dan pembuat kemungkaran.
Hal ini memiliki tiga tahapan. Dengan tangan bila mampu, jika tidak maka pindah dengan lisan dan jika tidak mampu juga maka dengan hati
Kandungan ayat diatas
Pada dasarnya mental orang Yahudi dan orang-orang munafik itu telah jatuh sedemikian rupa. Seandainya orang-orang munafik menepati janji mereka dan berperang bersama orang Yahudi Bani Nadir menghadapi kaum muslimin, mereka pun tidak akan mampu menghadapinya. Karena dalam hati mereka telah timbul rasa takut dan gentar terhadap kaum muslimin. Seandainya mereka berperang juga, mereka hanya berperang di balik benteng-benteng yang kokoh yang telah mereka buat, atau di dalam rumah-rumah mereka saja, tidak berani keluar berhadapan berperang dengan kaum muslimin. Pada akhir ayat ini diterangkan sebab lain yang menyebabkan mereka takut berperang menghadapi kaum muslimin, yaitu di antara mereka sendiri terjadi pertentangan dan permusuhan yang hebat, tak ada persatuan di antara mereka. (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Zadul ma aad fii hadyi khoiril ibaad- Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah).
c. Kisi-kisi Materi
-Persekongkolan orang munafik dengan Bani Nadhir: 59:11; 59:12; 59:13
-Pengusiran Bani Nadhir: 59:2; 59:3; 59:5
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ فَقَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ
Diriwaytakan dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang Islam, manakah yang paling utama? Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya". Lalu ditanya lagi: "Lalu apa?" Beliau menjawab: "Al Jihad fi sabilillah (berperang di jalan Allah). Lalu ditanya lagi: "Kemudian apa lagi?" Jawab Beliau shallallahu 'alaihi wasallam: "haji mabrur. (HR.Bukhari: 25).

Comments
Post a Comment