Keterangan penciptaan manusia dan ilmu Allah yang meliputi segala keadaannya
Surat
Ayat
Tema
|
: Qaf
: 16-22
: Keterangan penciptaan manusia
| |
a. Asbabun nuzul
Kalimat “tuwaswisu” berasal dari kata alwaswasat yakni, suara yang smar. Maksudnya getaran hati atau haditsun nafsi (bisikan hati) “hablil wariid” urat yang terletak di samping leher (urat nadi). “yatalaqqal mutalaqqiyani” yakni dua malaikat yang di serahi tugas untuk mencatat setiap amal umat manusia yaitu malikat raqib yang bertugas mencatat amal baik dan malaikat atiid yang bertugas mencatat amal jelek.(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)
b. Materi Dakwah
Proses Penciptaan Manusia Dan Ditetapkannya Amalan Hamba
- Awal penciptaan manusia
- Allah menciptakan manusia dari setetes air mani yang hina yang menyatu dengan ovum [as-Sajdah/32:8]
- Setelah lewat 40 hari, dari air mani tersebut, Allah menjadikannya segumpal darah yang disebut ‘alaqah. [QS. al ‘Alaq:2]
- Setelah lewat 40 hari -atau 80 hari dari fase nuthfah- fase ‘alaqah beralih ke fase mudhghah, yaitu segumpal daging [QS. al Hajj5]
- Kemudian setelah lewat 40 hari -atau 120 hari dari fase nuthfah- dari segumpal daging (mudhghah) tersebut, Allah swt. menciptakan daging yang bertulang, dan Dia memerintahkan malaikat untuk meniupkan ruh padanya serta mencatat empat kalimat, yaitu rizki, ajal, amal dan sengsara atau bahagia. Jadi, ditiupkannya ruh kepada janin setelah ia berumur 120 hari
- Peniupan Ruh
- Para ulama sepakat, bahwa ruh ditiupkan pada janin ketika janin berusia 120 hari, terhitung sejak bertemunya sel sperma dengan ovum
- Ruh adalah sesuatu yang membuat manusia hidup dan ini sepenuhnya urusan Allah [al Isra`/17:85]
Wajibnya Beriman Kepada Qada
Sejatinya Allah Subahanhu wa Ta'ala telah mentakdirkan nasib manusia sejak di alam rahim. Kemudian di alam rahim, Allah Ta’ala pun memerintahkan malaikat untuk mencatat kembali empat kalimat, yaitu rizki, ajal, amal, sengsara atau bahagia
Kandungna ayat
- Proses penciptaan manusia dan pengetahuna Allah atas segala sesuatu yang keluar darinya seklipun dari bisikan hatinya merupkan sebuah dalil kekuasaan Allah akan adanya bi’tsah (kebangkitan dari kubur) dan penghidupan kembali pada hari kiamat nanti.
- Pengetahuan Allah swt. Meliputi segala kedaanya, tidak ada yang samar sedikit pun bagi-Nya dan tidak ada yang menghalangi Sesutu pun darinya.
- Diantara malaikat ada yang di serahi tugas untuk mencatat amal manusia baik ucapan maupun perbuatannya.
- Sepanjang hayat masih di kandung badan Allah swt. akan senantiasa mencatat segala aktifitas kehidupan manusia.
- Diantara janji Allah ialah membangkitkan manusia dari alam kuburnya dan hal itu merupakan azab yang pedih bagi orang-ornag kafir.
- Dihari kiamat nanti manusia akan di temani oleh dua malaikat yakni malaikat yang mengiring mereka kepadang mahsyar dan malaikat yang menjadi saksi atas amal perbuatannya.
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Jaadul Musayyar-Ibnu Al-Jauziyyah dan Proses penciptaan manusia dan ditetapkannya amalan hamba-Syikh Yazid bin 'Abdul Qadir Jawas)
c. Kisi-kisi Materi
Penentuan takdir sebelum penciptaan: 3:6; 6:38; 6:59; 17:58; 27:75; 50:4; 57:22; 58:21; 83:9; 83:20; 87:3
Penciptaan Adam as. dan keturunannya: 2:28; 2:30; 4:1; 6:2; 6:98; 7:11; 7:12; 7:189; 15:26; 15:28; 15:29; 15:33; 19:67; 32:7; 39:6; 49:13; 55:3; 55:14; 67:23; 76:1; 80:18; 80:19; 80:20; 91:8; 92:3; 96:2
d. Hadits
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا يَقُولُ يَا رَبِّ نُطْفَةٌ يَا رَبِّ عَلَقَةٌ يَا رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقَهُ قَالَ أَذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ وَالْأَجَلُ فَيُكْتَبُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
Diriwayatkan dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala menugaskan satu Malaikat dalam rahim seseorang. Malaikat itu berkata, 'Ya Rabb, (sekarang baru) sperma. Ya Rabb, segumpal darah!, Ya Rabb, segumpal daging! ' Maka apabila Allah berkehendak menetapkan ciptaan-Nya, Malaikat itu bertanya, 'Apakah laki-laki atau wanita, celaka atau bahagia, bagaimana dengan rizki dan ajalnya? ' Maka ditetapkanlah ketentuan takdirnya selagi berada dalam perut ibunya (HR. Bukhari: 307)

Comments
Post a Comment