Kisah kaum 'ad yang dimusnakan angin sharshar (angin kencang)

Surat
Ayat
Tema
Al-Qamar
18-22
: Kisah kaum  'ad yang dimusnakan angin sharshar (angin kencang)


a. Asbabun nuzul
Firman Allah “Kaum Ad pun telah mendustakan (pula)” maksudnya kaum Ad telah mendustakan nabi mereka yaitu Nabi Hud as. hal yang sama terjadi pula kepada Nabi Nuh as. yang mendapatkan pertentangan dan perlawaan dari kaum nya sendiri. “Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku”yakni ancaman Allah swt. Kepada kaum Aad dengan azab yang sangat dahsyat atau ancaman Allah bagi orang-orang setelahnya. Makna “sharshar” angin yang kencang di sertai dengan suara yang dahsyat dan dingin.(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Sekilas Mengenai Nabi Hud ‘Alaihissalam dan Kaum ‘Aad
Beliau bernama Hud bin Syalakh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh ‘Alaihissalam. Dikatakan juga bahwa beliau adalah Abir bin Syalakh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh. Atau ada juga yang menyebut beliau dengan Hud bin ‘Abdullah bin Rabbah bin Al-Jarud bin ‘Aad bin Aus bin Irm bin Sam bin Nuh

Kaum ‘Aad merupakan bangsa Arab yang menempati Al-Ahqaf yaitu bukit-bukit pasir. Tempat itu terletak di Yaman dari Amman dan Hadhramaut di sebuah tempat yang dekat dengan laut, disebut juga Asy-Syahr. Nama lembahnya adalah Mughits, kaum ‘Aad lebih banyak tinggal di perkemahan yang memiliki pasak tiang-tiang yang besar dan tinggi [QS Al-Fajr : 6-7]
Nabi Hud ‘Alaihissalam Diutus Allah kepada Kaum ‘Aad

Kaum ‘Aad adalah kaum yang durhaka kepada Allah Ta’ala dengan menjadi kaum yang pertama kali menyembah berhala setelah peristiwa banjir besar dan luluh lantaknya umat manusia yang kafir Berhala mereka ada tiga yaitu 
-Shad,
-Shamuda,
-Hara.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala utus saudara mereka, Hud ‘Alaihissalam untuk mengembalikan mereka kepada aqidah tauhid yang bersih dari syirik [QS Al-A'raaf : 65]
Kaum ‘Aad Meminta Disegerakan Adzab.

Akhirnya apa yang terjadi pada kaum Nuh pun berulang pada kaum ‘Aad, mereka meminta disegerakan adzab karena mereka mendustakan bahwa Nabi Hud adalah utusan Allah, mereka tidak mempercayai bahwa adzab itu adalah haq karena mereka tidak beriman kepada Allah. Mereka menyangka Nabi Hud adalah seorang pendusta padahal sebaliknya [QS Al-Ahqaf : 24-25]

Pelajaran dari kaum Ad
-Sikap ego dan sombong membawa petaka bagi para pelakunya
-Azab Allah bagi orang-orang yang menentang para utusan-Nya
-Tiada yang mampu menandingi azab Allah
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Bidayah wa Nihayah-Ibnu Katsir dan Syirah Ibnu Hisyam)

c. Kisi-kisi Materi
Kehancuran bangsa 'Aad: 7:72; 9:70; 11:58; 11:89; 23:41; 25:38; 26:139; 29:38; 29:40; 40:31; 41:13; 41:16; 46:24; 46:25; 51:41; 51:42; 53:50; 54:19; 54:20; 69:6; 69:7; 69:8; 89:6 
(Indeks Al Qur’an) 

d. Hadits

عَنْ أُبَيٍّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا ذَكَرَ الْأَنْبِيَاءَ بَدَأَ بِنَفْسِهِ فَقَالَ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى هُودٍ وَعَلَى صَالِ

Dari Ubay bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika menyebut para Nabi, maka beliau memulai dari dirinya kemudian bersabda: "Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kami, kepada Nabi Hud dan Nabi Shalih. (HR.Ahmad: 20208)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120