Larangan mengambil perwalian orang-orang kafir
Surat
Ayat
Tema
|
: Al-Mumtahanah
: 1-3
: larangan mengambil perwalian orang-orang kafir
| |
a. Asbabun nuzul
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ali yang berkata: “Rasulallah mengutus saya, zubair, dan Miqdad al-aswad untuk menemui seorang wanita yang padanya terdapat sepucuk surat dan memerintahkan untuk mengambilnya. Wanita itu pun mengeluarkan secercik kertas dari balik pengikat rambutnya dan setelah di buka ternyata surat itu di tulis oleh Hathib bin Abi Balta’ah dan di tunjukan kepada orang-orang musyrik mekah. Di dalamnya, Hathib membocorkan beberapa hal rahasiah yang berkenaan dengan Rasulallah saw. berkenaan dengan Hathib lah Allah menurunkan surat ini “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia,,” (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)
b. Materi Dakwah
Beberapa Fenomena yang tampak dari sikap Wala’ terhadap orang kafir
- Menyeruai mereka dalam tata cara berpakian, berbicara dan sebagainya.
- Bermukim di negri kafir dan tidak mau berpindah ke negri kaum muslimin demi menyelamatkan agamanya. (QS.An-Nisa:97-99)
- Berpergian ke negri kafir dengan tujuan wisata dan bersenang-senang.
- Membantu orang-orang kafir dan menolong mereka dalam usaha melawan kaum muslimin.
- Mengangkat orang kafir sebagai orang kepercayaan atau nasihat pada suatu jabatan yang menyangkut kemaslahatan umat islam.(QS.Ali-Imran:118-120)
- Ikut berpartisipasi pada hari raya mereka atau membantu mereka menyelenggarakannya. (QS.Al-urqan:72)
- Memuji dan membanggakan budaya dan peradaban orang kafir.(QS.Thaha:131)
- Berdoa dan memohonkan ampunan bagi mereka (QS.At-Taubah:113)
Sebab Allah melarang untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai teman setia, yaitu
- Karena mereka menyangkal dan tidak membenarkan semua yang dibawa Rasulullah. Mereka ingkar kepada Allah, Rasul-Nya dan kepada Alquran.
- Mereka, orang-orang kafir itu telah mengusir Rasulullah dan orang-orang Muhajirin dari kampung halaman mereka, karena beriman kepada Allah bukan karena sebab yang lain
- Jika suatu waktu mereka menangkap atau mengalahkan kaum muslimin, pastilah mereka akan melakukan sesuatu kezalimannya. Mereka berteman, semata-mata mencari keuntungan bagi diri dan sokongan mereka. Bila tidak ada keuntungan yang diharapkan, mereka akan menjauhkan diri bahkan akan menghancurkan kaum muslimin
- Mereka selalu berusaha menjelek-jelekkan dan memusuhi kaum muslimin.
- Mereka mengharapkan kaum muslimin untuk mengingkari kebenaran dan kafir kepada Allah, sehingga, keadaan kaum muslimin seperti mereka pula, yaitu sama-sama kafir. Karena itu mereka hanya mau berteman erat atau bertolong-tolongan dengan kaum kuslimin selama memenuhi keinginan-keinginan mereka saja. (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Al-Wala’ wal Bara fil Islam-Shalih bin Fauzan AlFauzan)
c. Hadits
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَضَى فِي بَرِيرَةَ ثَلَاثُ سُنَنٍ خُيِّرَتْ حِينَ أُعْتِقَتْ وَكَانَ زَوْجُهَا مَمْلُوكًا وَكَانُوا يَتَصَدَّقُونَ عَلَيْهَا فَتُهْدِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ هُوَ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ وَهُوَ لَنَا هَدِيَّةٌ وَقَالَ الْوَلَاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ
Diriwayatkan dari Usamah bin Yazid dari Al Qasim bin Muhammad dari 'Aisyah ia berkata, "Telah berlalu bagi Barirah tiga kali haid, dan saat dimerdekakan ia diberi pilihan. Suaminya adalah seorang budak, orang-orang banyak memberi sedekah kepadanya, lalu ia hadiahkan sedekah tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau kemudian bersabda: "Baginya adalah sedekah, dan bagi kita adalah hadiah." Beliau bersabda lagi: "Loyalitas itu untuk yang memerdekakannya.(HR.Ibnu Majah: 2066).

Comments
Post a Comment