Larangan syirik dan kenyataannya yang tiada faedah
Surat
Ayat
Tema
|
: An-Najm
: 19-26
: Larangan syirik dan kenyataannya yang tiada faedah
| |
a. Asbabun nuzul
“Al-lata, Al-uzza, Manaat.” yakni berhala-berhala kafir Arab yang menjadi sesembahan mereka. Al-lata merupakan berhala milik kabilah Tsakif yang terletak di daerah Taif. mereka menamakan Al-lata dari nama seorang laki-laki yang menumbuk tepung untuk jemaah haji. Al Uzza merupaka berhala milik kabilah Gathafan yang berarti sebuah pohon yang di atasnya ada sebuah bangunan dan bertirai, bertempat di Nakhlah yaitu antara Mekan dan Taif. Adapun Manaat ialah sebuah batu besar terletak di Musyallah dengan Qadid antara Mekah dan Madinah. Kabilah Khuza'ah, Al Aus dan Khazraj mengagungkan Manah ini dan dalam melakukan ibadah haji mereka mulai dari Manah sampai ke Kakbah. (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)
b. Materi Dakwah
Hakikat Syirik
Syirik adalah: yaitu menjadikan sekutu bagi Allah I dalam rububiyah, uluhiyah, asma' dan sifat-Nya, atau pada salah satunya. Apabila seorang manusia meyakini bahwa bersama Allah I ada yang menciptakan, atau yang menolong, maka dia seorang musyrik. Barangsiapa yang meyakini bahwa seseorang selain Allah I berhak disembah, maka dia seorang musyrik. Barangsiapa yang meyakini bahwa bagi Allah I ada yang serupa pada asma' dan sifat-Nya, maka dia seorang musyrik
Bahaya Syirik.
- Syirik kepada Allah adalah perbuatan zhalim yang besar. Karena ia melewati batas terhadap hak Allah yang khusus dengan-Nya, yaitu tauhid.( QS. Luqman :13)
- Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik (QS. An-Nisaa'48)
- Syirik kepada Allah merupakan dosa terbesar. Siapa menyembah selain Allah berarti dia telah meletakkan ibadah di tempat yang salah, dan memalingkannya kepada yang tidak berhak
- Syirik besar menggugurkan semua amal perbuatan dan memastikan kebinasaan dan kerugian, ia adalah dosa yang terbesar. (QS. Az-Zumar: 65)
Kandungan Ayat
- Allah swt. Mendebat sikap orang-orang musyrik yang menyembah berhala dan tidak berakal. bagi seorang yang berakal tidak mungkin terlintas pada pikirannya untuk menyembah berhala yang mereka buat sendiri dan tidak mampu untuk memberikan manfa’at ataupun madharat.
- Allah menolak anggapan mereka yang menyatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan dan mereka mempunyai anak laki-laki yang disebabkan oleh persangkaan mereka bahwa perempuan itu lemah mempunyai kekurangan sedangkan laki-laki itu sempurnaan.
- Mereka menamakan berhala-berhala itu tuhan, padahal itu hanyalah nama-nama yang tidak mempunyai arti sama sekali, Mereka hanya meniru orang-orang yang terdahulu yang selanjutnya mereka akan diikuti pula oleh anak cucu mereka.
- Mereka menyembah berhala-berhala itu hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan saja, mereka menduga bahwa berhala-berhala itu dapat memberinya syafa’at di akhirat kelak.
- Betapa banyak malaikat di langit yang tidak dapat menolong manusia dengan suatu pertolongan pun, kecuali bila Allah swt. memberikan izin kepada mereka. maka bagaimana dengan berhala-berhala yang hanya berupa benda mati tidak mempunyai roh dan kehidupan itu? Jelasnya berhala-berhala itu sama sekali tidak ada manfaatnya.
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Qawaidul Arba’-Syaikh Shalih Al-Fauzan)
c. Kisi-kisi Materi
Syirik adalah kezaliman: 2:51; 2:54; 2:57; 2:59; 2:92; 2:165; 6:45; 6:82; 7:5; 31:13
Syirik adalah dosa terbesar: 4:36; 4:48; 4:116; 4:117; 5:17; 5:72; 5:73; 6:19; 6:136; 6:137; 6:138; 6:139; 6:140; 6:150; 6:151; 7:33; 7:37; 10:106; 12:38; 12:40; 15:96; 25:68; 26:71; 26:74
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ الْمَدَنِيِّ عَنْ أَبِي الْغَيْثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ
Diriwayatkan dari Tsaur bin Zaid Al Madaniy dari Abu 'Al Ghoits dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan". Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah itu? Beliau bersabda: "Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq, memakan riba, makan harta anak yatim, kabur dari medan peperangan dan menuduh seorang wanita mu'min yang suci berbuat zina. (HR.Bukhari: 2560)

Comments
Post a Comment