Loyalitas antara muslim

Surat
Ayat
Tema
Al Anfal
62-63
Loyalitas antara muslim



a. Asbabun nuzul
Firman Allah “Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu” yakni menipumu dengan membuat perdamaian supaya mendapat perlindungan dalam peperangan. “maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu)” yakni, Allah lah dan para mukmin yang  mencukupimu dan yang menolongmu atas kalian. (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b.Materi Dakwah
menempatkan sikap al-wala’ pada manusia sesuai dengan kadar ketaatan dan kemaksiatan mereka
Dalam hal ini manusia dibagi menjadi tiga golongan
  1. Orang-orang yang wajib dicintai dengan kecintaan yang murni dan tanpa kebencian (sama sekali). Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki keimanan yang murni (sempurna), dari kalangan para nabi, para shiddik, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh
  2. Orang-orang yang wajib dibenci dan dimusuhi dengan kebencian dan permusuhan yang murni tanpa ada rasa cinta dan sikap loyal (sama sekali). Mereka ini adalah orang-orang kafir yang murni (kekafirannya), dari kalangan orang-orang kafir, musyrik, munafik, murtad (keluar dari agama Islam), dan orang-orang yang mulhid (menyeleweng/menyimpang jauh dari agama Islam, seperti orang-orang zindik), dengan berbagai macam dan golongan mereka.
  3. Orang-orang yang (wajib) dicintai dari satu sisi (karena keimanan dan ketaatannya), dan dibenci dari sisi yang lain (karena perbuatan maksiatnya). Maka terkumpul pada diri mereka ini kecintaan dan kebencian sekaligus. Mereka ini adalah orang-orang mukmin yang berbuat maksiat
Klasifikasi Masyarakat dalam tatanan kehidupan Sosial dan Agama
  1. masyarakat yang senantiasa diliputi oleh perasaan dengki atau sentimen rasial (kesukuan)
  2. masyarakat yang diliputi oleh rasa cinta tanah air yang membabi buta
  3. masyarakat yang diliputi oleh fanatisme kebangsaan
  4. Masyarakat yang telah memberikan wala' (loyalitas) sepenuhnya kepada lslam dan kaum Muslimin
Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan kemuliaan kepada ummat lslam dengan nikmat persaudaraan, sebagaimana Allah telah memberi karunia kepada mereka berupa keimanan, oleh karenanya tidak ada peluang dalam masyarakat Islam yang benar bagi tumbuhnya perasaan benci dan pertarungan antar kelas/tingkatan, tidak pula perasaan sombong dan sentimen antara jenis dan warna, tidak pula perasaan fanatisme terhadap asal daerah dan bumi mana pun dari bumi Islam, atau kaum yang mana pun dari kaum Muslimin, meskipun itu keluarga dan kerabataya, karena tanah air seorang Muslim adalah Darul Islam dan keluarga seorang Muslim adalah keluarga Islam. 
(Sistem Masyarakat Islam  dalam Al Qur'an & Sunnah - DR. Yusuf Al-Qardhawi dan Syaikh Shaleh bin Fauzan al-Fauzan-Wala’ dan Bara)

c. Kisi-kisi Materi
Kewajiban saling setia antar sesama muslim: 3:28; 4:144; 8:72; 8:73; 8:75
Tolong menolong: 5:2; 48:29
Perlunya saling menasehati antara sesama: 2:206; 49:9; 49:10
(Indeks Qur’an)

d. Hadits
عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Dari Abu Musa dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan.(HR.Muslim: 4684)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120