Meneladani Cara Bicara dan Tertawa Nabi SAW.

SURAT AL ISRAA, AYAT 53
Rasulullah saw adalah orang yang paling fasih bicaranya, dan paling manis kata-katanya. Beliau berbicara sedikit dan lembut kata-katanya. Apabila berbicara, tidak berlebih-lebihan. Pembicaraannya seperti untaian mutiara.

Sekalipun singkat, tetapi pembicaraan beliau mencakup seluruh maksud pembicaraan. Beliau berbicara dengan pembicaraan yang singkat tapi padat, tidak kelebihan dan tidak pula kekurangan, seolah-olah sebagian mengiringi sebagian yang lain. Diantara pembicaraannya diselingi dengan berhenti agar bisa dihafal dan dimengerti pendengarnya.

Suara beliau sangat jelas dan paling bagus intonasinya. Beliau banyak diam, tidak berbicara untuk hal-hal yang tidak perlu. Beliau tidak pernah mengatakan kemungkaran. Beliau tidak berbicara dalam keadaan ridha atau marah kecuali yang benar. berpaling dari orang yang berbicara dengan pembicaraan yang tidak baik. Beliau menggunakan bahasa sindiran bila terpaksa harus berbicara tentang hal yang tidak disukai marah kecuali yang benar.

Rasulullah saw adalah orang yang paling banyak senyum dan tertawa di hadapan para shahabatnya, Terkadang beliau tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya. Di hadapan beliau, para shahabtnya hanya tersenyum, karena meneladani dan menghormati dirinya.
(Al Mukhtahlish fi Tazkiyatil Anfus-Said Hawa/ Darus Salam Hal.368-369)

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120