Menentukan sang pencipta dengan merenungkan diri dan alam semesta

Surat
Ayat
Tema
Ath-Thuur
35-43
: Menentukan sang pencipta dengan merenungkan diri dan alam semesta



a. Asbabun nuzul
Firman Allah swt. “tanpa sesuatu pun”(QS.52:35) yakni tanpa yang menciptakan. Maksudnya Allah mengejek orang-orang musyrik yang menafikan adanya khaalik (sang pencipta) dengan sebuah pernyataan-Nya bahwa Dialah sebenarnya yang menciptakan mereka bahkan Alam jagat raya sekalipun. Oleh karenanya mereka enggan untuk beribadah dan mentauhidkan Allah swt.beriman kepada Rasul Muhammad saw. dan Al-Qur’anul kariim. (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Manhaj Al-Qur’an dalam menetapkan wujud Al-Khaliq
Manhaj Al-Qur’an dalam menetapkan wujud Al-Khaliq serta kee­saanNya adalah satu-satunya manhaj yang sejalan dengan fitrah yang lurus dan akal yang sehat. Yaitu dengan mengemukakan bukti-bukti yang benar, yang membuat akal mau menerima dan musuh pun menyerah.
Di antara dalil-dalil itu adalah:
  • Sudah menjadi kepastian, setiap yang baru tentu ada yang mengadakan. (QS. Ath-Thur: 35)
  • Teraturnya semua urusan alam, juga kerapiannya adalah bukti paling kuat yang menunjukkan bahwa pengatur alam ini hanyalah Tuhan yang satu. (QS. Al-Mu’minun: 91)
Tuhan yang hak harus menjadi pencipta sejati. Jika ada tuhan lain dalam kerajaannya, tentu tuhan itu juga bisa mencipta dan berbuat. Dan bila ini terjadi Maka terjadilah perpecahan, sehingga harus terjadi salah satu dari tiga perkara berikut ini:
  1. Salah satunya mampu mengalahkan yang lain dan menguasai alam sendirian
  2. Masing-masing berdiri sendiri dalam kerajaan dan penciptaan, sehingga terjadi pembagian (kekuasaan).
  3. Kedua-duanya berada dalam kekuasaan seorang raja yang bebas dan berhak berbuat apa saja terhadap keduanya. Dengan demikian maka dialah yang menjadi tuhan yang hak, sedangkan yang lain adalah hambanyaTunduknya makhluk-makhluk untuk melaksanakan tugasnya sendiri-sendiri serta mematuhi peran yang diberikanNya. Inilah yang dijadikan hujjah oleh Nabi Musa Alaihissalam ketika ditanya Fir’aun (QS. Thaha: 49-50)
  • Semua ini adalah bukti-bukti nyata bahwasanya Allah Subhannahu wa Ta’ala adalah Tuhan bagi segala sesuatu, dan Dia yang berhak disembah, bukan yang lain. “Pada setiap benda terdapat bukti bagiNya, yang menunjukkan bahwa Dia adalah Esa.” Kemudian, tak diragukan lagi, maksud penetapan rububiyah Allah atas makhlukNya dan keesaanNya dalam rububiyah adalah untuk menunjukkan wajibnya menyembah Allah semata, tanpa sekutu bagiNya, yakni tauhid uluhiyah.
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Kitab Tauhid-Syaikh Shalih bin Fauzan)

c. Kisi-kisi Materi
Tauhid Rububiyyah: 2:21; 2:131; 2:139; 3:51; 3:193; 5:28; 5:72; 5:117; 6:45; 6:71; 6:100; 6:102; 6:162; 6:163; 6:164; 7:54; 7:61; 7:67; 7:104; 7:121; 7:172; 9:129; 10:3; 10:10; 10:37; 11:34; 13:16; 13:30; 18:14; 18:38; 18:51; 19:36; 19:65; 21:22; 21:56; 22:66; 26:24; 26:26; 26:28;
Tauhid Uluhiyyah: 1:5; 2:21; 2:22; 2:83; 2:126; 2:131; 2:132; 2:133; 2:136; 2:139; 2:163; 2:177; 2:255; 2:256; 2:285; 3:2; 3:6; 3:18; 3:62; 3:64; 3:67; 3:79; 3:80; 3:83; 3:84; 3:110; 3:114; 4:36; 4:39; 4:87; 4:171; 5:73; 6:19; 6:71; 6:79; 6:102; 6:106; 6:151; 6:162; 6:163; 7:59; 7:65; 7:70; 
(Indeks Al Qur’an)

d. Hadits

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ كَعْبٍ الْأَسْلَمِيُّ قَالَ كُنْتُ أَبِيتُ عِنْدَ بَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُعْطِيهِ وَضُوءَهُ فَأَسْمَعُهُ الْهَوِيَّ مِنْ اللَّيْلِ يَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ وَأَسْمَعُهُ الْهَوِيَّ مِنْ اللَّيْلِ يَقُولُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Diriwayatkan dari Abu Salamah?? ia berkata; telah menceritakan kepadaku Rabi'ah bin Ka'b Al Aslami? ia berkata; aku pernah pada malam hari berada di depan pintu? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian aku memberikan tempat wudhu` kepada beliau kemudian aku mendengar beliau dalam waktu yang lama pada malam hari mengucapkan: "Alhamdu lillahi robbil aalamiin." (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam)(HR.Tirmidzi: 3338) 

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120