Mengutamakan Kepentingan Ibu Daripada Ayah
SURAT AN NAHL, AYAT 78
Berbakti kepada kepada orang tua merupakan satu bentuk akhlak seorang muslimah yang terpuji. Allah menempatkannya dengan kedudukan yang lebih tinggi setelah Beribadah Kepada Allah seperti di sebutkan dalam Firman-Nya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak” (QS. An Nisa:36).
Berbakti kepada orang tua harus menjadi prioritas utama bgi seorang muslimah terlebih pada ibunya dia telah mengandung dan melahirkannya dengan susah payah. Allah berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).”(QS. al-Ahqaaf: 15).
Oleh karena itu, Ibu adalah seorang figure yang paling berhak memperoleh perlakuan yang baik dan kebaktian dari anaknya dari pada sang ayah. Seseorang berkata kepada Rasulallah saw. “Wahai Rasulallah!Siapakah ornag yang paling berhak mendapat perlakuan yang baik dariku?, Nabi menjawab: “Ibumu”, ia bertanya lagi: kemudian siapa?, Nabi menjawab: “ibumu” ia kembali bertanya: “kemudian siapa lagi?, Nabi pun kembali menjawab: “Ibumu”, kemudian Nabi saw. Berkata pada keempat kalinya: “Kemudian ayahmu” (HR.Bukhari: 5514 & HR.Muslim: 4621)
(Akhlakul Karimah- Muhammad bin Shalih Al Utsaimin/Maktabah Abu Salma. Hal 41-42)