Menjauhi Sifat Bohong
SURAT AN NAHL, AYAT 105
Satu bentuk akhlak mukminah adalah menjauhi sifat bohong yang tercela dan termasuk dosa yang amat buruk dan aib yang keji. Rasulallah saw. Bersabda: “…Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta." (HR.Bukhari: 5629 dan Muslim: 4721).
Imam Al Hasan berkata: “Adanya kontradiksi antara lahir dan batin, antara perkataan dan perbuatan, antara yang luar dan yang dalam termasuk perbuatan nifaq, dan sesungguhnya dasar yang menjadi landasan nifaq adalah kedustaan.
Pembicaraan adalah sarana untuk mencapai tujuan. Setiap tujuan terpuji yang bisa dicapai dengan kejujuran dan kedustaan maka melakukan kedustaan dalam hal ini adalah haram. Jika bisa dicapai dengan kedustaan tetapi tidak bisa dicapai dengan kejujuran maka berdusta dalam hal ini adalah mubah,jika pencapaian hal itu memang mubah, atau wajib jika pencapaian tujuan itu sendiri wajib dilakukan. Sebagaimana melindungi darah seorang Muslim adalah wajib. Jika dalam kejujuran mengakibatkan tertumpahnya darah seorang Muslim yang bersembunyi dari seorang yzng zalim maka berdusta dalam kasus ini adalah wajib.
(Al Mukhtahlish fi Tazkiyatil Anfus- Said Hawa/ Darus Salam Hal. 407-4011)