Orang-orang munafik berpangku tangan pada perang tabuk

Surat
Ayat
Tema
Al Attaubah
: 42-45
: Orang-orang munafik berpangku tangan pada perang tabuk 




a. Asbabun nuzul
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Amr bin Maimun al-Audi, ia berkata, “ Ada dua hal yang pernah dilakukan oleh Rasulallah tapi tidak ada atsar (riwayat) mengenai keduanya: izin beliau kepada orang-orang munafik dan pengembalian tebusan dari para tawanan. Maka, Allah menurunkan ayat ini “Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang)” (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Hikmah di balik peristiwa perang tabuk
  • Bertambahnya rasa cinta umat muslim yang berjihad di jalan Allah seperti sikap  Abu bakar yang menginfakan seluruh hartanya, bahkan Rasul bertannya lantas apa yang kau tinggalkan untuk anak dan istrimu, Abu Bakar berkata “aku tinggalkan Allah dan Rasul-Nya”, begitu juga Umar yang menginfakan setengan hartanya dan Utsman menyediakan sepertiga peralatan perang untuk kaum muslim
  • Terlihat dengan jelasnya mukmin dan munafik, ini menjadi perang yang memeiliki nilai yang bersar bagi orang-orang yang bertakwa
  • Penyesalan yang tiada terkira bagi orang-orang munafik yang tidak ikut perang
  • Sumpah palsu yang dikeluarkan oleh orang-orang munafik tidak member keberuntungan bagi diri mereka melainkan sebaliknya
  • Sumpah palsu termasuk salah satu Dosa Besar sabda Rasulullah saw. Dosa besar itu ialah menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua ibu bapak, membunuh diri seseorang dan bersumpah palsu. (H.R. Bukhari dari Abdullah bin Amru bin 'As).
Pada dasarnya bahwa orang-orang yang minta izin kepada Rasulullah saw. untuk tidak turut berjihad bersamanya tanpa alasan yang dapat diterima ialah orang-orang munafik yang tidak beriman kepada Allah swt., tidak mengakui keesaan-Nya dan tidak percaya kepada hari akhirat.
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Sirah Ibnu Ishak dan Pesona Akhlak Rasulullah Saw- Syeikh Abdurrahman Yaqub)

c. Kisi-kisi Materi
Penderitaan para sahabat dalam perang Tabuk: 9:117
Beberapa orang sahabat yang tidak ikut perang Tabuk: 9:38; 9:39; 9:45; 9:102; 9:106; 9:118
Sikap orang munafik dalam perang Tabuk: 9:42; 9:44; 9:45; 9:46; 9:47; 9:49; 9:81; 9:83; 9:86; 9:87; 9:90; 9:93; 9:94; 9:95; 9:96

d. Hadits
عَنْ مَالِكٍ وَيُونُسَ وَعَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ أَنَّ ابْنَ شِهَابٍ أَخْبَرَهُمْ عَنْ عَبَّادِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ يَقُولُ سَكَبْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تَوَضَّأَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ فَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ لَمْ يَذْكُرْ مَالِكٌ عُرْوَةَ بْنَ الْمُغِيرَةِ
Diriwayatkan dari Malik dan Yunus dan Amr bin Al Harits bahwasanya Ibnu Syihab Telah mengabarkan kepada mereka, dari 'Abbad bin Ziyad dari 'Urwah bin Al Mughirah bahwasannya dia mendengar Bapaknya berkata; "Aku pernah menuangkan air untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau wudlu saat perang Tabuk. Saat itu beliau mengusap kedua sepatunya." Abu Abdurrahman berkata; Malik tidak menyebutkan Urwah bin Al Mughirah (HR.Nasai: 78)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120