Pemikiran dan pemahaman yang menyesatkan
Surat
Ayat
Tema
|
: Al-Hujuurat
: 14-15
: Pemikiran dan pemahaman
| |
a. Asbabun nuzul
Firman Allah “Orang-orang Arab Badui itu berkata,,,” Tutunnya ayat ini berkenaan dengan sekelompok orang dari bani Asad bin Khujaimah, mereka datang ke madinah pada tahun kemarau, dengna maksud ingin menyatakan keimanan mereka kepda Nabi saw. mereka berkata kepada Rasulullah saw. “ Kami datang kepadamu dengan membawa dosa dan kekeluargaan, kami tidak akan membunuhmu seperti yang telah di lakukan oleh anak-anak si fulan. Maka Allah swt. Menurunkan ayat ini “Orang-orang Arab Badui itu berkata,,,” (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)
b. Materi Dakwah
Pemikiran Moden Yang Menyesatkan Dari Perspektif Islam
Islam sangat memperhatikannya untuk meluruskan pemahaman pengikutnya, sehingga pandangan dan sikap mereka terhadap permasalahan hidupnya menjadi lurus dan tashawwur (persepsi) umum mereka terhadap sesuatu dan nilai tertentu menjadi jelas. Islam tidak membiarkan mereka memandang sesuatu dengan pemikiran yang dangkal, sehingga menyimpang dari orientasi yang benar dan tersesat dari jalan yang lurus.
Pemikiran Moden Yang Menyesatkan Dari Perspektif Islam
- Sekularisme:yang mengajarkan pemisahan total antara hidup jasmani dan rohani, keagamaan dan keduniaan. Memang ada yang bersifat keduniaan antara kegiatan-kegiatan manusia tetapi semuanya terletak di bawah kawalan hukum agama.
- Materialisme: yang mengajarkan hakikat sebenar yang ada hanya benda sama ada dalam erti fisik klasik sesuatu yang bertempat dan ada beratnya atau fisik quantum yang mentakrifkan benda sebagai gelombang (waves) atau zarah (particles). Benda memang ada tetapi hakikat tertinggi adalah bukan bersifat material, seperti Tuhan dan alam ghaib yang memang ada, dan dalam agama ianya lebih realistik daripada alam benda.
- Pascamodenisme: yang mengajarkan semuanya nisbi, tidak tetap mutlak dan menentu, meta-naratif dalam bentuk agama-agama besar tidak berguna, dan nilai-nilai baik dan buruk tidak boleh dipakai. Ini menyanggahi akidah Ahlis-Sunnah yang mengajarkan ada ajaran yang mutlak yang tidak berubah-ubah seperti Tauhid, wahyu, kenabian, dan akhirat, ada bentuk-bentuk ibadat yang tetap dan pasti, ada yang baik dan buruk yang tetap dan tentu.
- Saintisme: yang mengajarkan hanya teori-teori dan penemuan-penemuan sains sahaja yang boleh dipakai sebagai ilmu yang benar, yang lain yang bercanggah dengannya seperti kenyataan-kenyataan dalam ajaran agama dan teks-teks suci mesti ditolak atas alasan bercanggahan dengan sains dan teori-teorinya. Ini bercanggah dengan epistemologi atau faham ilmu Sunni yang mengajarkan adanya tempat yang wajar untuk sains dalam skemanya tetapi kebenaran-kebenaran yang mutlak dalam agama dan wahyu bukan bidang yang boleh dihakimi oleh sains dan teori-teorinya.
- Teori-teori tentang asal usul manusia dan agama dalam kaji sosial (sosiologi) ini yang perlu diawasi
- Teori-teori dalam sains seperti evolusi dan yang sepertinya yang perlu diawasi, termasuk kenyataan-kenyataan tentang tenaga (energy), dan benda (matter)
- Teori-teori psikologi seperti konsep seks yang menentu segala dalam fahaman Sigmund Freud, penafsiran pengalaman jiwa oleh Carl Jung dan yang sepertinya yang perlu diawasi. Kita boleh mempelajarinya untuk bahan bandingan tetapi untuk menjadi pegangan diperlukan pengamatan yang tajam dan kewaspadaan intelektuil yang tinggi.
(Ajaran Dan Pemikiran Sesat Dalam Konteks Islam-Muhammad ‘Uthman El-Muhammady)
c. Kisi-kisi Materi
Sikap orang-orang arab badui terhadap Islam: 9:97; 9:98; 9:99; 9:101; 48:11; 48:12; 48:15; 48:16; 49:14; 49:17
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةٍ وَقُمْنَا مَعَهُ فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا فَلَمَّا سَلَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْأَعْرَابِيِّ لَقَدْ حَجَّرْتَ وَاسِعًا يُرِيدُ رَحْمَةَ اللَّهِ
Diriwayatkan dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah berkata; "Rasulullah Shalallah 'Alaihi Wa Sallam berdiri untuk shalat dan kami ikut berdiri dengannya, di tengah-tengah shalat ada seorang Badui yang berbicara; 'Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun selain kami! ' Setelah salam, Rasulullah Shalallah 'Alaihi Wa Sallam bersabda kepada orang Badui tersebut: 'Engkau telah menyempitkan sesuatu yang luas! ' Maksudnya adalah rahmat Allah. (HR.Bukhari: 5551)

Comments
Post a Comment