Peneguhan keimanan akan wujud Allah

Surat
Ayat
Tema
At-Taubah
1-6
Peneguhan keimanan akan wujud Allah 




a. Asbabun nuzul
Firman Allah “ Al-Aziiz Al-Hakiim” (maha perkasa lagi maha bijaksana) merupakan sighat mubalaghah yaitu isim yang menunjukkan arti isim fa’il yang mengandung arti penguatan atau menyangatkan (maha) maksudnya Allah maha perkasa atas penciptaan makhluknya dan maha bijaksana sehingga apa yang di ciptaakannya bermanfaar bagi hamba-hamba-Nya. Adapun  yang termasuk wazan-wazan sighat mubalaghah  فَعَّالٌ, فَعُوْلٌ,  فَعِيْلٌ, فَاعُوْلٌ, فِعِّيْلٌ (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili) 

b.Materi Dakwah
Hakikat Syirik Dan Macam-macamnya
Syirik adalah: yaitu menjadikan sekutu bagi Allah I dalam rububiyah, uluhiyah, asma' dan sifat-Nya, atau pada salah satunya.
Bahaya Syirik
  1. Syirik kepada Allah adalah perbuatan zhalim yang besar. Karena ia melewati batas terhadap hak Allah yang khusus dengan-Nya, yaitu tauhid
  2. Syirik kepada Allah merupakan dosa terbesar. Siapa menyembah selain Allah berarti dia telah meletakkan ibadah di tempat yang salah, dan memalingkannya kepada yang tidak berhak (QS. Luqman :13)
  3. Syirik besar menggugurkan semua amal perbuatan dan memastikan kebinasaan dan kerugian (QS. Az-Zumar: 65)
Keburukan-Keburukan Syirik
  • Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (QS. An-Nisa`:48)
  • Pelaku syirik telah tersesat sejauh-jauhnya (QS. An-Nisa` 116)
  • Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka (QS. Al-Maidah:72)
  • Pelaku syirik tidak di akui langit dan bumi (QS. Al-Hajj:31)
Balasan Ahli Syirik
  • Allah memasukan mereka ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya (QS. Al-Bayyinah :6)
  • Baginya  siksaan yang menghinakan (QS. An-Nisaa`:151)
  • Dari Abdullah bin Mas'ud t, ia berkata, "Nabi r bersabda, 'Barangsiapa yangmeninggal dunia, sedangkan dia berdoa kepada sekutu dari selain Allah I, niscaya dia masuk neraka." (Muttafaqun 'alaih)
Bagian-Bagian Syirik
Syirik terbagi dua: Syirik besar dan syirik kecil.
  • Syirik besar mengeluarkan seseorang dari agama, menggugurkan semua amal ibadah, pelakunya menjadi halal darahnya, dan dikekalkan di dalam neraka. Contoh syirik besar
  1. Syirik dalam takut: yaitu takut kepada selain Allah (QS. Ali Imrah : 175)
  2. Syirik dalam tawakkal: tawakkal kepada selain Allah  dalam segala perkara dan disemua kondisi termasuk jenis ibadah yang paling agung yang harus diikhlaskan hanya kepada Allah  saja (QS. Al-Maidah :23)
  3. Syirik dalam mahabbah (cinta): Melebihi cinta kepada selain Allah (QS. Al- Baqarah:165)
  • Syirik Kecil: yaitu sesuatu yang dinamakan syirik oleh syara' dan tidak sampai kepada syirik besar. Syirik ini mengurangi tauhid, tetapi tidak mengeluarkan dari agama (QS. Al-Kahfi:110)
Eksistensi akan wujud Allah dapat di buktikan melalui dua dali (sumber)
  1. Dalil Aqli (Rasio) dapat di buktikan dengan data empiris di lapangan (dalil-dalil kauniyah Allah) seperti adanya Allam semesta
  2. Dalil Naqli (Al-Qur’an dan As-Sunah) 
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Asyirku haqiqotuhu wa an’wanuhu- Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry)

c. Kisi-kisi Materi
Tauhid Uluhiyyah: 1:5; 2:21; 2:22; 2:83; 2:126; 2:131; 2:132; 2:133; 2:136; 2:139; 2:163; 2:177; 2:255; 2:256; 2:285; 3:2; 3:6; 3:18; 3:62; 3:64; 3:67; 3:79; 3:80; 3:83; 3:84; 3:110; 3:114; 4:36; 4:39; 4:87; 4:171; 5:73; 6:19; 6:71
Syirik adalah kezaliman: 2:51; 2:54; 2:57; 2:59; 2:92; 2:165; 6:45; 6:82; 7:5; 31:13
Syirik adalah dosa terbesar: 4:36; 4:48; 4:116; 4:117; 5:17; 5:72; 5:73; 6:19; 6:136; 6:137; 6:138; 6:139; 6:140; 6:150; 6:151; 7:33; 7:37; 10:106; 12:38; 12:40; 15:96; 25:68; 26:71; 26:74
(Indeks Al-Qur'an)

c. Hadits

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا فِرَاسَةَ الْمُؤْمِنِ فَإِنَّهُ يَنْظُرُ بِنُورِ اللَّهِ ثُمَّ قَرَأَ { إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ } قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي تَفْسِيرِ هَذِهِ الْآيَةِ { إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ } قَالَ لِلْمُتَفَرِّسِينَ
Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Takutlah pada firasat orang mu`min karena sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah." Lalu beliau membaca: "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda." (Al Hijr: 75) Abu Isa berkata: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya dari sanad ini. dan diriwayatkan dari sebagaian ahlul ilmi tentang penafsiran ayat ini: "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda." Yaitu untuk yang menjelaskan tanda-tanda. (HR.Tirmidzi: 3052)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120