Pengingkaran munafkin terhadap perundingan dan perjanjian
![]() |
Surat
Ayat
Tema
|
: At-Taubah
: 75-78
: Pengingkaran munafkin terhadap perundingan dan perjanjian
|
a. Asbabun nuzul
Firman Allah swt. “Dan di antara mereka,,,yakni, orang-orang munafik. Maksudnya. di antara orang-orang munafik itu ada yang telah berikrar kepada Allah: seperti ucapan mereka “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, maka kami akan bersedekah dan tentulah kami termasuk orang-orang yang saleh. Akan tetapi setelah Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada mereka, maka mereka menjadi kikir dan melanggar sumpahnya itu.(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)
b.Materi Dakwah
Perbedaan kemunafikan kecil dan kemunafikan besar
Di antara perbedaan antara keduanya adalah:
- Kemunafikan akbar pelakunya keluar dari Islam, adapun kemunafikan asghar tidak mengeluarkan dari Islam.
- Kemunafikan akbar tidak mungkin bersatu dengan keimanan, adapun kemunafikan asghar mungkin ada pada seorang yang beriman.
- Kemunafikan akbar pelakunya kekal di neraka, sedangkan kemunafikan asghar pelakunya tidak kekal di neraka.
Bahaya kemunafikan asghar
Ibnu Rajab rahimahullahu berkata: “Kemunafikan asghar adalah jalan menuju kemunafikan akbar, sebagaimana maksiat adalah lorong menuju kekufuran. Sebagaimana orang yang terus-menerus di atas maksiat dikhawatirkan dicabut keimanannya ketika menjelang mati, demikian juga orang yang terus-menerus di atas kemunafikan asghar dikhawatirkan dicabut darinya keimanan dan menjadi munafik tulen
Menjauhi sifat-sifat munafik
- Berdusta ketika bicara. Al-Hasan Al-Bashri ra. berkata: “Inti kemunafikan yang dibangun di atasnya kemunafikan adalah dusta.
- Mengingkari janji. Perjanjian yang dimaksud ialah:
- Perjanjian dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk senantiasa beribadah kepada-Nya
- Perjanjian dengan hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan ini mencakup banyak perkara. Sejatinya seorang mukmin seharusnya senantiasa berusaha memenuhi perjanjiannya, terlebih lagi perjanjiannya dengan Allah saw. (QS. Al-Ahzab: 23)
- Mengkhianati amanah
- Membatalkan perjanjian secara sepihak
Kesimpulan:
Allah swt. Mengetahui semua rahasia dan yang tersembunyi dalam hati seorang munafik sekalipun pada lahiriyahnya mereka mengatakan ataupun mendeklarasikan keislamannya, Karena sesungguhnya Allah swt. Lebih mengetahui mereka daripada mereka sendiri. Allah mengetahui semua yang gaib dan yang tampak serta megetahui semua rahasia dan bisikan hati setiap hamba-Nya
(Tafsir Ibnu Katsir dan Kitab tauhid-Syeikh Fauzan dan Ibn Rajab al-Hanbali, Jami’ al-Ulum wa al-Hikam)
c. Kisi-kisi Materi
Melanggar janji: 2:27; 3:77; 3:82; 4:21; 4:155; 5:13; 7:102; 7:135; 7:169; 8:56; 9:12; 9:13; 9:77; 13:25; 16:91; 16:92; 16:94; 16:95; 43:50; 48:10
(Indeks Al Qur’an)
d. Hadits
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ بَايَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَهْطٍ فَقَالَ أُبَايِعُكُمْ عَلَى أَنْ لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا تَسْرِقُوا وَلَا تَزْنُوا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ وَلَا تَأْتُوا بِبُهْتَانٍ تَفْتَرُونَهُ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَأَرْجُلِكُمْ وَلَا تَعْصُونِي فِي مَعْرُوفٍ فَمَنْ وَفَى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَأُخِذَ بِهِ فِي الدُّنْيَا فَهُوَ لَهُ كَفَّارَةٌ وَطَهُورٌ وَمَنْ سَتَرَهُ اللَّهُ فَذَلِكَ إِلَى اللَّهِ إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ
Diriwayatkan dari 'Ubadah bin shamit berkata, "Pernah aku berbaiat kepada Rasulullah saw. bersama serombongan orang. Lantas Nabi bersabda: "Saya membaiat kalian agar kalian tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, dan tidak mengada-adakan kebohongan yang kalian ada-adakan antara tangan dan kaki kalian, dan tidak membangkangku dalam perkara ma'ruf. Maka barangsiapa diantara kalian memenuhi baiatnya, ganjarannya berada di sisi Allah. Barangsiapa melanggar janjinya, lantas Allah menghukumnya di dunia, maka yang demikian sebagai kaffarat dosanya. Dan barangsiapa yang Allah menutupinya (membiarkannya), maka yang demikian terserah Allah, jika berkehendak Dia akan menyiksanya, dan jika berkehendak Dia akan mengampuninya. (HR.Bukhari: 6914)

Comments
Post a Comment