Perintah bertaqwa dan beramal untuk akhirat

Surat
Ayat
Tema
Al-Hasyr
18-20
: Perintah bertaqwa dan beramal untuk akhirat



a. Asbabun nuzul
Firman Allah swt. “Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok” klaimat “li ghadin” (untuk hari esok) dalam uslub ilmu balaghah di kenal dengan istilah kinayah. Yaitu lafadz yang diucapkan dan dikehindaki kelaziman maknanya, dengan adanya pertanda yang tidak menghalangi untuk menghendaki makna aslinya. Adapun kelaziman makna yang di maksud pada ayat tersebut adalah hari kiamat . (Mutiara Ilmu Balaghah-Sayid Ahmad Al-Hakimi).

b. Materi Dakwah
Ayat ini memerintahkan orang-orang yang beriman agar bertaqwa kepada Allah, yaitu dengan melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Termasuk melaksanakan perintah-perintah Allah ialah memurnikan ketaatan dan menundukkan diri hanya kepada-Nya saja, tidak sedikit pun terdapat unsur syirik di dalamnya, melaksanakan ibadat-ibadat yang diwajibkan-Nya dan mengadakan hubungan baik sesama manusia. 

Perkataan taqwa di dalam Alquran mempunyai beberapa arti, yaitu:
  1. Melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Nya, sebagaimana yang tersebut di dalam Alquran dan diajarkan Rasulullah SAW. seperti contoh ayat di atas.
  2. Takut, pelihara, seperti pada firman Allah swt. (Q.S. Al-Anfal: 25)
Hendaklah seseorang selalu bermuhasabah (menghitung-hitung) perbuatannya sendiri, apakah sesuai dengan ajaran agama atau tidak. Jika lebih banyak mengerjakan apa yang dilarang Allah, hendaklah ia berusaha menutupnya dengan amal-amal saleh dan tobat. Dengan perkataan lain, bahwa ayat ini memerintahkan manusia agar selalu mawas diri, memperhitungkan segala yang akan den telah diperbuatnya sebelum Allah swt. menghitungnya di akhirat nanti. 

Melalui ayat ini pula Allah memperingatakan orang-orang yang beriman agar tidak seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah swt melupakannya. seperti halnya orang-orang munafik dan orang Yahudi Bani Nadir di masa Rasulullah; mereka tidak bertakwa kepada Allah, Mereka hanya memikirkan kehidupan dunia saja, tidak memikirkan kehidupan di akhirat nanti. Mereka disibukkan oleh harta-harta dan anak cucu mereka serta segala yang berhubungan dengan kesenangan duniawi. Yang dimaksud dengan Allah melupakan mereka ialah Allah tidak menyukai mereka, sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan, semakin lama mereka semakin sesat, sehingga mereka semakin jauh dari jalan yang lurus, jalan yang diridai Allah. Karena itu mereka dilupakan Allah pula di akhirat nanti.(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah dan Tafsir Ibnu Katsir)

c. Kisi-kisi Materi
Keutamaan takwa: 2:103; 2:189; 2:197; 2:203; 2:224; 3:15; 3:76; 3:120; 3:123; 3:133; 3:172; 3:179; 3:186; 3:198; 3:200; 4:77; 4:128; 4:129; 5:35; 5:65; 5:93; 5:100; 6:155; 7:26; 7:35; 7:96; 7:156; 7:169; 7:201; 8:29; 9:4; 9:7; 9:36; 9:108; 12:57; 12:90; 12:109; 16:31; 16:128; 19:63; 24:52; 27:53; 36:45; 39:61; 39:73; 43:67; 49:13; 65:2; 65:3; 65:4; 65:5; 92:5
Menyeru pada ketakwaan: 2:41; 2:48; 2:194; 2:196; 2:197; 2:203; 2:223; 2:231; 2:233; 2:241; 2:278; 2:281; 2:282; 2:283; 3:50; 3:102; 3:123; 3:125; 3:130; 3:200; 4:1; 4:9; 4:128; 4:129; 4:131; 5:2; 5:4; 5:7; 5:8; 5:11; 5:35; 5:57; 5:88; 5:93; 5:96; 5:100; 5:108; 5:112; 6:51; 6:69; 6:72;
(Indeks Al Qur’an)

d. Hadits

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِصُهَيْبٍ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَدَّعِ إِلَى غَيْرِ أَبِيكَ فَقَالَ صُهَيْبٌ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ لِي كَذَا وَكَذَا وَأَنِّي قُلْتُ ذَلِكَ وَلَكِنِّي سُرِقْتُ وَأَنَا صَبِيٌّ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sa'ad dari Bapaknya, berkata, 'Abdurrahman bin 'Auf radliallahu 'anhu kepada Shuhaib: "Bertaqwalah kepada Allah, janganlah engkau mengatas namakan keturunan kepada selain bapakmu". Kemudian Suhaib berkata: "Tidak ada yang membuatku gembira karena aku punya ini atau itu, akan tetapi aku mengatakan hal itu karena aku diculik ketika aku bayi. (HR.Bukhari: 2067).

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120