Raut wajah orang mukmin dan munafik ketika turun ayat amaliyah

Surat
Ayat
Tema
Muhammad
20-23
: Raut wajah orang mukmin dan munafik ketika  turun ayat amaliyah




a. Asbabun nuzul
Firman Allah “Dan orang-orang yang beriman berkata: "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?” Maksudnya orang-ornag mukmin berkata dan meminta kepada Allah swt agar di turunkan surat yang jelas maksudnya, tidak ada kesamaran dan kekeliruan dan disebutkan di dalamnya perintah jihad (perang) “orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya” yakni, orang-orang yang  lemah dalam agamanya, penuh keragu-raguan dan penuh dengan kemunafikan.(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Perbedaan  persepsi antara orang mukmin dan munafik terhdap ayat Al Qur’an
  • Orang Mukmin
  1. Mereka menunggu-nunggu turunnya wahyu Allah, terutama wahyu yang berhubungan dengan perintah jihad
  2. Mengucapkan perkataan yang makruf/Zikir
  3. Semakin bertambah Imannya
  4. Orang Munafik
  • Bila diturunkan ayat yang tegas dan jelas maknanya yang berisi perintah Jihad, melihat dengan pandangan keingkaran dan ketakutan. Hati mereka kecut, tubuh mereka gemetar mendengarnya dan mereka bungkam, seperti orang yang sedang menghadapi saat kematiannya
  • Semakin menipis keimanannya bahkan sampai pada kekufuran
  • Sejatinya mereka enggan untuk memperhatikan dan memahami ajaran ajaran Allah dalam Alquran, tidak merenungkan dan memikirkannya, sehingga mereka mengetahui kesalahan sikap dan tindakan mereka selama ini
Allah SWT. mencela sikap orang-orang munafik yang selalu mengejar kesenangan hidup di dunia, memperlihatkan kekuasaan kepada rakyat jelata, suka mengambil dan merampas hak orang lain dan memutuskan hubungan silaturahmi. Mereka adalah orang-orang yang telah dijauhkan Allah SWT. dari rahmat-Nya karena itu Allah menghilangkan pendengaran mereka sehingga tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang dapat mereka dengar dan Allah membutakan mereka sehingga mereka tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang mereka lihat.
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Jaadul Musayyar-Ibnu Al-Jauziyyah)

c. Kisi-kisi Materi
Sifat orang munafik: 2:8; 2:9; 2:10; 2:11; 2:12; 2:13; 2:14; 2:204; 2:205; 2:206; 2:264; 3:118; 3:119; 3:120; 3:154; 3:161; 3:167; 3:168; 4:60; 4:61; 4:62; 4:65; 4:72; 4:73; 4:78; 4:81; 4:83; 4:89; 4:91; 4:107; 4:108; 4:137; 4:139; 4:140; 4:141; 4:142; 4:143; 5:41; 5:52; 5:61; 8:21; 8:49; 9:8; 9:42; 9:45; 9:46; 9:47
Beberapa hukum tentang orang munafik: 3:118; 4:72; 4:89; 4:91; 9:73; 9:83; 9:84; 66:9
(Indeks Al-Qur’an)

d. Hadits

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila dia berbicara niscaya dia berbohong, apabila dia berjanji niscaya mengingkari, dan apabila dia dipercaya niscaya dia berkhianat (HR.Muslim: 89)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120