Santun Dalam Berkata Dan Menjaui Ucapan Kotor Satu Bentuk Akhlak Seorang Muslimah

SURAT  IBRAHIM, AYAT 26
Islam melarang berkata Keji, Jorok dan Cacian karena menjadi sumber keburukan dan kehinaan. Nabi saw bersabda: "Jauhilah kekejian, karena Allah tidak menyukai kekejian dan membuat-buat kekejian." (HR.Ahmad: 6199).

Berkata kotor atau vulgar merupakan bagian dari perbuatan nipaq yang harus di jauhi oleh setiap muslimin dan muslimah Nabi bersabda: “Berkata kotor dan vulgar adalah dua cabang diantara cabang-cabang nifaq”(HR.Tirmidzi:1950)
Yang dimaksud dengan berkata vulgar (al-bayan) di sini adalah mengungkapkan sesuatu yang tidak boleh diungkapkan. Atau berlebih-lebihan dalam menjelaskan sehingga sampai pada batas mengada-ada.

Sedangkan definisi dan hakikatnya ialah mengungkapkan hal-hal yang buruk dengan ungkapan-ungkapan yang vulgar. Kebanyakan hal tersebut berkaitan dengan masalah seksual dan hal-hal yang berhubungan dengannya. Orang-orang yang nipaq memiliki ungkapan-ungkapan vulgar dan keji yang dipergunakan untuk mengungkapkan hal tersebut, sedangkan orang-orang shalih menghindarinya dan menggunakan bahasa-bahasa kiasan. Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya Allah sangat pemalu lagi Mahamulia; mema'afkan dan menggunakan bahasa kiasan-memakai kata 'menyentuh' untuk mengungkapkan jima. Jadi, menyentuh, masuk dan bergaul adalah kiasan untuk jima', dan kata-kata itu tidak keji” 
(Tazkiyatun nafsi-Said Hawa/ Darussalam Hal 486-487)

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120