Selalu Memberikan Nasihat Terhadap Sesama
SURAT AL ISRAA, AYAT 97
Bentuk akhlak muslimah sejati senatiasa memberikan nasihat yang terbaik terhadap sesamanya baik dari lingkungan keluarga ataupun masyarakat sekitarnya.
Beberapa Etika Dalam Memberi Nasehat
- Seorang muslimah hendaknya ikhlas di dalam memberikan nasihat, tidak mengharap apapun di balik nasihatnya selain keridhaan Allah swt. dan terlepas dari kewajiban. bukan untuk tujuan riya` atau mendapat perhatian orang atau popularitas atau menjatuhkan orang yang diberi nasihat.
- Hendaknya memberi nasihat dengan cara yang baik dan tutur kata yang lembut dan mudah hingga dapat berpengaruh kepada orang yang dinasihati dan mau menerimanya. (QS.An-Nahl: 125)
- Hendaknya orang yang dinasihati itu di saat sendirian, karena yang demikian itu lebih mudah ia terima. Imam Syafi`i rahimahullah berkata: “Berilah aku nasihat secara berduaan, dan jauhkan aku dari nasihatmu di tengah orang banyak; karena nasihat di tengah-tengah orang banyak itu mengandung makna celaan yang aku tidak suka mendengarnya”
- Hendaknya pemberi nasihat menjadi teladan bagi orang yang akan dinasihati, agar jangan tergolong orang yang bisa menyuruh orang lain berbuat kebaikan sedangkan ia lupa terhadap diri sendiri. Allah SWT. berfirman tentang Nabi Syu`aib: “Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang” (QS. Hud: 88)
(Etika muslim sehari-hari. Hal 28 oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz. diambil dari Al-Qismu Al-Ilmi penerbit Dar Al-Wathan, Saudi Arabia)