Tafsir Tematik Surat Al Anfal Ayat 20-23

Surat
Ayat
Tema
: Al-An'fal
20-23
Perintah Taat kepada Allah dan rasul-Nya 




a. Asbabun nuzul
Kalimat “wa laa tawallau anhu” Berpaling dari Rasulallah saw. dengan cara menyalahi perintahnya. “wa antum tasmauuna” yakni mendengarkan akan Al-Qur’an dan nasihat. “wa hum laa yasmauuna” mendenar  dengan penuh perhatian dan nasihat. Mereka adalah orang-orang munafik dan musyrikin. “addawwab” bentuk jamak dai kata daabah yakni binatang melata yang berjalan di atas bumi. “asshummu” menjadikan tuli dari mendengarkan hak. Bentuk jamak dari ashamyang mengandung makna al-atrasy (tuli) “al bukmu” membisu dari perkataan yang hak. Bentuk jamak dari kata abkama yakni al akhras (menjadikan bisu).(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Hikmah di balik ketaatan terhadap Allah dan Rasul-Nya
  1. Allah akan cinta dan mengampuni segala dosa-dosanya (QS. 'Ali `Imran : 31)
  2. Allah akan menunpahkan rahmat dan kasih saying kepadanya (QS. 'Ali `Imran: 132)
  3. Memperoleh derajat yang utama dan kebaikan yang tiada tara (QS. An-Nisa': 59)
  4. Akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS. An-Nisa' : 69)
  5. Allah akan memberikannya petunjuk (QS. Al-'A`raf : 158)

Allah Swt. memerintahkan kepada hamba¬hamba¬Nya yang beriman agar taat kepada¬Nya dan taat kepada Rasul¬Nya. Lalu Allah memperingatkan mereka agar jangan menentang­Nya dan menyerupakan diri dengan orang­orang yang kafir kepada­Nya serta menentang­Nya.
Esensi ayat di atas menunjukan pada dua pemahaman:
  1. Perintah untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya, peringatan dari hal-hal yang menyalahi perintahnya dan pencegahannya, sikap seorang mukmin yang mendengarkan akan hak, mendapatkan hidayah (petunjuk)-Nya, melaksanakan perintah-perintahnya dan meninggalkan larangannya. Mereka adalah golongan orang-orang mukmin yang jujur dan sebaik-baiknya manusia.
  2. Ketaatan terhadap Allah swt, dan Rasul-rasul-Nya merupakan satu kesatuan yang satu. Ketaatan kepada Allah sama dengan ketaatan kepada Allah. Adapaun yang menjadi landasannya yaitu sebagaimana telah di sebutkan dalam firman-Nya.(QS.9:62) 

(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Tafsir Ibnu Katsir)

c. Kisi-kisi Materi
Mematuhi perintah Allah dan RasulNya: 2:63; 2:67; 2:68; 2:70; 2:71; 2:143; 2:187; 2:208; 2:229; 2:285; 3:32; 3:132; 3:152; 3:172; 4:13; 4:59; 4:64; 4:66; 4:69; 4:80; 5:7; 5:55; 5:56; 5:92; 5:108; 6:151; 6:152; 6:153; 6:155; 7:3; 7:22; 7:158; 7:203; 8:1; 8:20; 8:24; 8:46; 9:29; 9:62;
(Indeks Al Qur’an) 

d. Hadits
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنْ اسْتُعْمِلَ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيبَةٌ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah menceritakan kepadaku Abu At Tayyah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Dengar dan taatlah kalian, sekalipun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habasyi yang berambut keriting seperti buah kismis." (HR.Bukhari: 652).

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120