Tercelanya akidah kaum musyrikin

Surat
Ayat
Tema
An-Najm
27-30
: Tercelanya  akidah kaum musyrikin 


a. Asbabun nuzul
Firman Allah swt. “layusammuuna Al malaaikata” yakni orang-orang yang tidak beriman (musyrikin) kepada kehidupan akhirat menamakan masing-masing dari para malaikat dengan anak perempuan. Tidak sampai di situ mereka juga mengatakan bahwa para malaikat itu adalah Anak perempuan Allah. “wa maa lahum min ulmin” yakni apa yang mereka katakana itu bukan berdasarkan pengetahuna dan dalil yang kot’i (nyata) melainkan hanya perasangka belaka. Tegasnya bahwa suatu hal yang berhubungan dengan itikad hendaklah berdasarkan pemikiran yang sehat dalil yang yakin (nyata) yang dapat diterima oleh akal dan tidak bertentangan dengan wahyu bukan berdasarkan Dzan(sangkaan belaka) (Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili)

b. Materi Dakwah
Hal-hal yang membatalkan iman
Pembatal iman atau “nawaqidhul iman” adalah sesuatu yang dapat menghapuskan iman sesudah iman masuk didalamnya yakni antara lain:
  1. Mengingkari rububiyah Allah atau sesuatu dari kekhususan-kekhususanNya, atau mengaku memiliki sesuatu dari kekhususan tersebut atau membenarkan orang yang mengakuinya (Al-Jatsiyah: 24)
  2. Sombong serta menolak beribadah kepada Allah (An-Nisa’: 172-173)
  3. Menjadikan perantara dan penolong yang ia sembah atau ia mintai (pertolongan) selain Allah (QS. Yunus: 18)
  4. Menolak sesuatu yang ditetapkan Allah untuk diriNya atau yang ditetapkan oleh RasulNya.
  5. Mendustakan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tentang sesuatu yang beliau bawa. (Fathir: 25-26)
  6. Berkeyakinan bahwa petunjuk Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidak sempurna atau menolak suatu hukum syara’ yang telah Allah turunkan kepadanya, atau meyakini bahwa selain hukum Allah itu lebih baik, lebih sempurna dan lebih memenuhi hajat manusia, atau meyakini kesamaan hukum Allah dan RasulNya dengan hukum yang selainnya, atau meyakini dibolehkannya berhukum dengan selain hukum Allah (QS. An-Nisa’: 65)
  7. Mengolok-olok atau mengejek-ejek Allah atau Al-Qur’an atau agama Islam atau pahala dan siksa dan yang sejenisnya, atau mengolok-olok Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atau seorang nabi, baik itu gurauan maupun sungguhan. (QS. At-Taubah: 65-66)
  8. Membantu orang musyrik atau menolong mereka untuk memusuhi orang muslim. (Al-Maidah: 51) 
Allah swt. mengingkari orang-orang yang tiada beriman kepada hari akhirat, hisab dan pembalasan yang menganggap bahwa malaikat itu adalah adalah anak perempuan Allah. Perkataan mereka itu mengandung dua dosa: Yaitu pengakuan bahwa Tuhan mempunyai anak, dan bahwa anak Tuhan yang mereka katakan itu perempuan, dengan pengakuan yang demikian itu mereka merasa bangga telah melebihi Tuhan, karena mereka mempunyai anak laki-laki. hanyalah mengikuti persangkaan dalam menamakan malaikat sebagai anak perempuan Tuhan, bukan dengan analisa ilmiah sama sekali. Dalam hadis sahih dikatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:“Jauhilah purbasangka, sesungguhnya purbasangka adalah perkataan yang paling dusta” (Muttafaqun Alaih).
(Tafsir Al-Munir-Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Kitab Tauhid-Dr. Shalih bin Fauzan )

c. Kisi-kisi Materi
Kesucian Allah dari sekutu dan anak: 2:22; 2:116; 3:18; 3:79; 3:80; 4:171; 6:100; 6:101; 10:68; 13:30; 14:30; 16:17; 16:20; 16:21; 16:57; 17:40; 17:42; 17:43; 17:111; 18:4; 19:35; 19:89; 19:90; 19:92; 21:17; 21:22; 21:26; 23:91; 25:2; 26:98; 26:213; 27:59; 27:60; 27:61; 27:62; 
(Indeks Al Qur’an) 

d. Hadits

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَوْلَادِ الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq dia berkata; telah memberitakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari 'Atha bin Yazid Al Laitsi dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang anak-anak kaum Musyrikin? lalu beliau bersabda: "Allah maha mengetahui terhadap apa yang mereka perbuat.(HR.Nasai: 1923)

Comments

Popular posts from this blog

Nikmat untuk ashabul yamin dan azab untuk ashabus syimal

Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap

Tafsir Tematik Surat Al-Maidah Ayat 116-120