Tidak Menunda-nunda Pekerjaan
SURAT AL KAHFI, AYAT 23
Menunda-menunda pekerjaan merupakan bentuk tipu daya hawa nafsu terhadap jiwa yang lemah dan Azzam (tekad) yang rendah. Karena barang siapa yang tidak mampu menguasai hari ini, maka ia tidak akan dapat memiliki masa depannya.
Menunda pekerjaan sejatinya tidak akan bermanfaat apapun kecuali hanya akan memperpanjang umurnya dalam kejelekan dan memperpendek umur dalam menjalankan kebaikan di dunia ini. Allah berfirman yang artinya: “Dan tiada yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Sesungguhnya angan-angan adalah modal utama orang-orang yang bangkrut.”
Nabi Bersabda: “Apabila engkau berada di waktu sore janganlah menunggu (menunda beramal) di waktu pagi. Dan jika berada di waktu pagi , janganlah menunda (beramal) di waktu sore. Gunakanlah masa sehatmu untuk masa sakitmu dan kesempatan hidupmu untuk saat kematianmu.” (HR. Al-Bukhari no. 6416)
(Ma'alim fi thariqi thalab al-ilmi- Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad as-sadhan/ Pustaka Attazkia Hal 38)